Kembalinya Owly


BISMILLAH….

Malam ini kembalinya seorang “Dhyan Owly” Eksis untuk menampilkan yang beda sari 5 tahun yang lalu… nanti kita bisa berbincang siapa “Dhyan Owly”
#INIKARYAKUMANAKARYAMU
#KARYA2018

Selamat Datang
Mbak Dhyan Owly
Selamat berkaya kembali

Iklan

SEKOLAH SUNNAH


*Telah Hadir Sekolah Sunnah Didaerah Pamulang* *( DayCare, Play Group TK & SD )*

Alhamdulillah sekolah2 sunnah di Tangsel mulai tumbuh setelah Sekolah Ibnu Umar di Ciputat, Abu Dzar di Jombang, dan Abu Bakar di pondok Aren ..

Kini dipamulang telah hadir sekolah sunnah ” HANIFA” Bagi ikhwan Dan Akhwat yang tinggal di Pamulang , BSD dan sekitarnya yg kesulitan mencari sekolah yg berbasis al quran & sunnah sesui manhaj salafuna as shalih silahkan daftarkan putra putri anda disekolah ini ..

*Lokasi*: Jl. Siliwangi Pamulang Raya Blok E No 5 Tangsel ( samping salon cantik )

*Info Pendaftaran :*
*021-745238, 087785176131, 082299080430*

Ttd :Sulaiman Efendi, M.Pd
( Konsul Pendidikan Sekolah Hanifa)

ISTIQOMAH


Assalamualaikum Warohmatuloh Wabarokatuh.

PicsArt_09-16-09.30.05.jpg

Perjalanan ini masih panjang…

Perjalanan ini butuh pengorbanan

Setiap tetes keringat memiliki arti

Dan tetes air mata sebuah pengharapan.

Semoga perjalanan ini Istiqomah

Belajar menghilangkan egois, sabar dan ikhlas menerima apa adanya.

Walaikumsalam warohmatullahi wabarakatu

 

Perbedaan Pendapat


Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh. Bagaimana cara menyikapi perbedaan pendapat? Sebagaimana yang terjadi sekarang saya melihat banyak video para ustadz berselisih pendapat tentang sesuatu hal sehingga ada kebingungan yang manakah harus diikuti?

Jawab: Wa’alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh. Perselisihan pendapat dikembalikan kepada dalil Al-Qur’an was Sunnah. Allah berfirman:

فإن تنازعتم فى شىء فردوه إلى الله والرسول إن كنتم تؤمنون بالله واليوم الآخر ذلك خير وأحسن تأويلا

“Jika kalian berselisih pendapat dalam suatu hal maka kembalikanlah kepada Allah dan Rosul-Nya. Jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.” (An-Nisa: 59)

Allah dan Rosul-Nya shollallahu ‘alaihi wasallam yang menjadi pemutus hukum ketika terjadi perselisihan yaitu kembali kepada dalil Al-Qur’an was Sunnah dengan mengikuti bimbingan para Salaf dari kalangan shohabat, tabi’in dan para Ulama yang mengikuti mereka. Karena para Salaf adalah pihak yang paling memahami dalil dan paling baik pengamalannya. Andaikata dalil-dalil dipahami menurut selera masing-masing orang maka akan terjadi banyak kesimpangsiuran dan ini yang membuat kebingungan.

Maka apabila para Salaf telah bersepakat dalam suatu masalah berkaitan dengan aqidah misalnya seperti keyakinan Allah tinggi di atas ‘arsy-Nya bukan dimana-mana, maka orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak halal menyelisihinya. Karena ijma’ (kesepakatan) para Salaf telah dijamin kebenarannya oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam.

Apabila para Salaf berbeda pendapat dalam memahami dalil Al-Qur’an was Sunnah maka yang diikuti pendapat yang lebih kuat dengan melihat alasan-alasannya secara ilmiyyah. Ini yang disebut dengan tarjih yaitu memilih pendapat yang lebih kuat dari aspek dalil dan cara pendalilannya.

Apabila tidak didapati pendapat para Salaf dalam suatu permasalahan maka dikembalikan kepada para Ulama robbani karena Allah memerintahkan kita untuk bertanya kepada para ahlinya dari kalangan Ulama yang dikenal baik manhajnya, lurus aqidahnya, dan istiqomah mengikuti Salaf.

Dengan demikian tidak setiap perbedaan pendapat boleh dimaklumi. Ada perbedaan pendapat yang harus diingkari seperti perbedaan dalam masalah manhaj dan aqidah. Ada perbedaan yang boleh disikapi dengan lapang dada seperti perbedaan dalam masalah fiqhiyyah selama memiliki sudut pandang yang kuat. Oleh karena itu para Ulama berkata:

وليس كل خلاف جاء معتبرا … إلا خلاف له حظ من النظر

“Tidak setiap khilaf (perbedaan pendapat) itu mu’tabar (diakui) kecuali khilaf yang memiliki sudut pandang (hujjah).”
________________

✍🏻 Fikri Abul Hasan