Makan Siang di Okiniiri Japanese Restauran


Kangen sama Jepang ngak usah jauh-jauh buat makan siang. Turun ke B1 di Gedung The City Tower Jl. M.H Tamrin. Hari ini makan siang bersama teman kerjaku yang ingin makan di Okiniiri.

IMG_20160216_125215

IMG_20160216_124951

Temanku makan Beef Shoyu Ramen, minum Japanese Green Tea (Revile). kata temanku rekomendasi sekali makan disini, sesuai dengan lidah Indonesia.

IMG_20160216_125227

Sedangkan saya makan Tofu Curry Don dan Miso Soup. untuk minum dapat Lychee Bloom Tea (Gratis). Karena sudah dapat 5 Stempel.

IMG_20160216_124927

IMG_20160216_150817(1)

Suasana disana tidak ramai dan cukup nyaman buat nongkrong di jam makan siang. Pelayanan yang ramah yang membuat saya nyaman makan untuk berkali-kali ke OKINIIRI …

 

Iklan

Nelumbo nucifera Gaertn.


Tumbuhan berumpun, tangkai daunnya tegak muncul di permukaan air dengan panjang berkisar antara 0,5-1,5 m, daunnya berbentuk membulat dengan garis tengah 20-80 cm, bagian pangkal daunnya meleuk, tepi daun menggulung kedalam ketika daun sudah tua. Bunganya tegak muncul ke permukaan air, tangkai bunganya 1-1,5 m, berwarna merah jambu, kadang kadang ungu merah jambu atau merah jambu putih. Pada saat mekar garis tengah bunga tersebut berkisar antara 15-25 cm

SUMBER :http://www.krbogor.lipi.go.id/

KOMUNITAS PEREMPUAN BERKEBAYA


Komunitas yang digagas oleh para perempuan yang memiliki kecintaan terhadap budaya Indonesia, terutama dengan busana wanita Indonesia yaitu KEBAYA.

Penggagasnya ada 4 org Kristin Samah, Lia Nathalia, Rahmi Hidayati dan Tuti Marlina

Mbak Lia mengatakan Tujuan besarnya, melestarikan budaya Indonesia atau beberapa teman di komunitas sering mengatakan merawat Indonesia. Kita berharap kebaya, yang hanya merupakan entry point, bisa kembali digunakan sebagai busana sehari-hari perempuan Indonesia. Selain kebaya ada banyak lagi busana perempuan Indonesia sehari-hari lainnya. Kita juga berharap dengan kembali menggunakan busana asal Indonesia, industri kecil yang terkait bisa dihidupkan kembali. Siapa tahu suatu saat kebaya dapat menjadi salah satu warisan budaya dunia asal Indonesia. Target minimalnya, setidaknya penggunaan kebaya sebagai busana sehari-hari oleh kami anggota komunitas dapat menjadi pengingat buat generasi selanjutnya bahwa bangsa ini punya busana perempuan yang salah satunya adalah kebaya.

Perempuan Berkebaya anggotanya perempuan dengan beragam profesi, ada ibu rumah tangga, penulis, jurnalis, pengacara, notaris, aktivis, pekerja kantoran, guru, pengusaha, anggota DPR, dll.

Pada tanggal 30 Januari 2016, Untuk pertama kalinya saya menghadiri acara jalan santai di Kebun Raya Bogor. Meinspirasi pengunjung kebun raya untuk melestarikan busana nasional untuk dipergunakan sehari-hari. Bukan kembali ke masalalu tapi menjadikan busana sebagai identitas penggunanya. Kebaya sebagai busana INDONESIA.

Facebook : Perempuan Berkebaya
Instagram :Perempuan Berkebaya
Sumber : Wawancara dengan Mbak LIA
FOTO : dari Facebook Para penggagas
FOTO : Dhydyan Owly

KEBUN RAYA BOGOR


12695932_980417402033009_1833159987_n

Peperangan yang terjadi di Eropa menyebabkan Belanda mengalami kelesuan, Kerajaan Belanda pun mengembangkan ilmu pengetahuan, maka dikirimlah Cornelis Theodorus Elout, dan G.A.G.P. Baron van der Capellen ke Indonesia dengan Prof. Caspar George Carl Reinwardt selaku penasehat berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda, yang kemudian pada tahun 1816 diangkat menjadi Direktur Pertanian, Seni, dan Pendidikan untuk Pulau Jawa. Reinwardt langsung memulai riset dalam bidang ilmu tumbuh-tumbuhan, Ia tertarik menyelidiki berbagai tanaman yang digunakan untuk pengobatan dan menganggap eksplorasi tumbuhan dan masalah pertanian juga merupakan tugasnya di Hindia Belanda. Kemudian Ia memutuskan untuk mengumpulkan semua tanaman ini di sebuah kebun botani di sekitar halaman Istana Bogor yang sebelumnya didiami oleh Letnan-Gubernur Thomas Stamford Raffles bersama isterinya Olivia Mariamne Raffles selama masa peralihan dari Pemerintah Inggris ke Kerajaan Belanda di Pulau Jawa pada tahun 1811 sampai 1816. Melalui bantuan seorang ahli botani William Kent, lahan yang awalnya merupakan halaman Istana Bogor dikembangkan menjadi sebuah kebun yang cantik. Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya yang sekarang.

Pada tanggal 15 April 1817 Reinwardt mencetuskan gagasan untuk mendirikan kebun botani kepada Gubernur Jenderal G.A.G.P. Baron van der Capellen, gagasan tersebut kemudian disetujuinya. Akhirnya, tanggal 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal G.A.G.P. van der Capellen secara resmi mendirikan sebuah Kebun Raya di Kota Bogor, yang saat itu disebut Buitenzorg (dari bahasa Belanda yang berarti “tidak perlu khawatir”), dengan nama ’s Lands Plantentuin te Buitenzorg. Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda dibangunnya pembangunan kebun itu, yang pelaksanaannya dipimpin oleh Reinwardt sendiri, dibantu oleh James Hooper dan W. Kent kurator Kebun Botani Kew yang terkenal di Richmond, Inggris.

Sekitar 47 hektar tanah di sekitar Istana Bogor dan bekas Samida dijadikan lahan pertama untuk kebun botani. Reinwardt menjadi pengarah pertamanya dari 1817 sampai 1822. Kesempatan ini digunakannya untuk mengumpulkan tanaman dan benih dari bagian lain Nusantara. Dengan segera Bogor menjadi pusat pengembangan pertanian dan hortikultura di Indonesia. Pada masa itu diperkirakan sekitar 900 tanaman hidup ditanam di kebun tersebut. Reinwardt juga menjadi perintis di bidang pembuatan herbarium. Ia kemudian dikenal sebagai seorang pendiri Herbarium Bogoriense.

Pada tahun 1822 Reinwardt kembali ke Belanda dan digantikan oleh Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh di kebun. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (spesies) tanaman. Pelaksanaan pembangunan kebun ini pernah terhenti karena kekurangan dana tetapi kemudian dirintis lagi oleh Johannes Elias Teijsmann (1831), seorang ahli kebun istana Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Dengan dibantu oleh Justus Karl Hasskarl, ia melakukan pengaturan penanaman tanaman koleksi dengan mengelompokkan menurut suku (familia). Ini merupakan sebuah kerja keras dimana sebagian koleksi Kebun Raya Bogor harus ditanam ulang dan memindahkan beberapa pohon yang terlalu besar, memberi label merah untuk menandai tanggal penanamannya yang masih dapat Anda lihat sekarang. Selama masa jabatannya, Teijsmann berhasil membawa ribuan spesies tumbuhan ke Kebun Raya Bogor dari perjalanan-perjalanannya ke berbagai negara. Dan atas jasanya, pihak Kebun Raya Bogor memberikan penghargaan berupa tugu peringatan di Taman Tijsmann dengan 4 spesies pohon jati dan verbena dari marga Teijsmaniodendron diambil dari namanya. Teijsmann kemudian digantikan oleh Dr. Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer, pada tahun 1867 ia menjadi direktur dan digantikan oleh Prof. Dr. Melchior Treub. Setahun kemudian pada tanggal 30 Mei 1868 Kebun Raya Bogor secara resmi terpisah kepengurusannya dengan halaman Istana Bogor.

Pada mulanya kebun ini hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan di Hindia Belanda. Namun pada perkembangannya pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan sebagai wadah bagi ilmuwan terutama bidang botani di Indonesia secara terorganisasi pada zaman itu (1880 – 1905). Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).

Setelah kemerdekaan, tahun 1949 ‘s Lands Plantentiun te Buitenzorg berganti nama menjadi Jawatan Penyelidikan Alam, kemudian menjadi Lembaga Pusat Penyelidikan Alam (LLPA) untuk pertama kalinya dikelola dan dipimpin oleh bangsa Indonesia, Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Pada waktu itu LPPA punya 6 anak lembaga, yaitu Bibliotheca Bogoriensis, Hortus Botanicus Bogoriensis, Herbarium Bogoriensis, Treub Laboratorium, Musium Zoologicum Bogoriensis dan Laboratorium Penyelidikan Laut. Pada tahun 1956 untuk pertamakalinya pimpinan Kebun Raya dipegang oleh bangsa Indonesia yaitu Sudjana Kassan menggantikan J. Douglas.

Terkait dengan pengembangan koleksi tanaman yang sesuai dengan iklim di Indonesia, Kebun Raya Bogor membangun beberapa cabang kebun raya lainnya:

Kebun Raya Cibodas (Bergtuin te Cibodas, Hortus dan Laboratorium Cibodas) di Jawa Barat. Luasnya 120 hektar berada pada ketinggian 1400 mdpl, didirikan oleh Johannes Elias Teijsmann tahun 1866, mempunyai koleksi tanaman khas dataran tinggi beriklim basah daerah tropis dan sub-tropis. Tahun 1891 Kebun ini dilengkapi dengan Laboratorium untuk Penelitian flora dan fauna.
Kebun Raya Purwodadi (Hortus Purwodadi) di Jawa Timur. Luasnya 85 hektar berada pada ketinggian 250 mdpl, didirikan oleh Van Sloten tahun 1941, mempunyai koleksi tanaman khas dataran rendah beriklim kering daerah tropis.
Kebun Raya “Eka Karya” Bedugul-Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Luasnya 159,4 hektar berada pada ketinggian 1400 mdpl, mempunyai koleksi tanaman khas dataran tinggi beriklim kering.

LOKASI KEBUN RAYA BOGOR
Bagi Anda yang ingin mengunjungi  Kebun Raya Bogor  baik menggunakan kendaraan pribadi maupun umum tidak perlu kesulitan memilih rute perjalanan dan trayek kendaraan  umum, karena selain letaknya berada di jantung Kota Bogor yang hampir dilalui oleh semua rute angkutan umum , kebun raya yang buka setiap hari dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB ini mempunyai 4 pintu masuk yaitu di depan Pasar Bogor (pintu utama), Jl. Ir.H.Juanda disamping Kantor Pos (pintu 2) , Jl.Pajajaran seberang kampus IPB (pintu 4) dan pertigaan Jl.Pajajaran/Jl. Jalak Harupat (pintu 3)

Khusus pintu 2 hanya dibuka pada hari minggu dan libur saja, sedangkan bagi para members dapat menggunakan pintu 2 , pintu 3 dan pintu Gd Konservasi yang mulai dibuka pukul 06.00-08.00

Untuk melengkapi informasi ini kami pun akan menyajikan beberapa infomasi rute yang dapat ditempuh oleh kendaraan pribadi maupun trayek  kendaraan umum menuju Kebun Raya Bogor. Nah, Kini Anda tidak perlu khawatir lagi untuk pergi ke Kebun Raya Bogor.

Tiket Masuk
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 106 Tahun 2012, Tanggal 24 Desember 2012, mulai 1 Maret 2013 berlaku tarif masuk bagi pengunjung Kebun Raya Bogor sebagai berikut :
Tiket Masuk Rp. 14.000,- / orang.
Tiket Wisatawan Asing Rp. 25.000,- / orang.
Kendaraan Keliling Roda 4 Rp. 30.000,-.
Parkir Kendaraan Roda 2 Rp. 5.000,-.
Tiket Sepeda Keliling Rp. 5.000,-.
Tiket masuk sudah termasuk Asuransi Jasa Raharja Distribusi Pemkot dan Masuk Museum Zoologi. Untuk pemesanan fasilitas dan informasi silahkan hubungi Telp/Fax. (0251)8311362.

Jam Buka
Kebun
07.30-17.00 Wib

Kantor*
07.00-15.30 Wib

Layanan Informasi
08.00-16.00 Wib

Perpustakaan*
08.00-15.30 Wib

Herbarium
08.00-15.00 Wib

Rumah Kaca Anggrek
08.00-15.30 Wib

Toko tanaman dan Cinderamata
08.00-15.30 Wib

Cafe Dedaunan

08.00-21.00 Wib

Museum Zoologi
08.00-16.00 Wib

*)Khusus Perpustakaan dan Kantor hari jumat(08.00-16.00 Wib). sabtu, minggu dan hari libur tutup. Kebun Raya Bogor buka setiap hari.

Kebun Raya Bogor menyediakan fasilitas member bagi pengunjung Kebun Raya Bogor, Fasilitas member yang disediakan berdurasi selama 1 tahun terhitung sejak tanggal pendaftaran member. Adapun persyaratan untuk menjadi member kebun raya bogor adalah sebagi berikut :
Membawa foto berwarna terbaru ukuran 4 x6
Fotocopy KTP yang masih berlaku
Fotocopy KITAS/Paspor yang masih berlaku, khusus bagi warga negara asing
Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar, bagi pelajar/mahasiswa
Untuk biaya pembuatan member adalah sebagai berikut :
Bagi pelanggan diatas 60 tahun sebesar Rp. 300.000
Bagi pelanggan dibawah 60 tahun sebesar Rp. 500.000
Bagi Mahasiswa/Pelajar sebesar Rp. 250.000
Untuk member yang akan memperpanjang masa berlaku kartunya, diwajibkan membawa kartu member yang lama.

Sumber : http://www.krbogor.lipi.go.id/

Mlaku-Mlaku (Jalan- Jalan)


 

12498773_10153578810214191_366184677_n

Menjelajah di 2016 mengelilingi daerah Menteng, Gondongdia dan Cikini. Bersama Ferly dan Amalia.

Membuka tahun dengan narsis di depan Gedung Joang 45, maksud hati biar sama dengan pejuang jaman kemerdekaan semangat 45 hahahah

 

Mimpi menjelajah dengan tongsis serta narsis. Sudah lama ngak narsis didepan museum atau daerah yang membuat heboh teman-teman di Facebook + Sosmet.

12511753_10153578810139191_1537713922_n

Ular Tangga di Pedestrian Cikini. Foto by FW

Berjalan menyusuri pedestrian Cikini meliat hasil karya anak negeri yang kuliah diseni. membuat kami ingin narsis dideretan lukisan ini. Tidak akan rusak jika di injak-injak…

 

12483521_10153578809919191_1876080984_n

Ngobrol sebentar dengan mengopi di Bakoel Koffie Cikini. Sambil menunggu Amalia.

Setelah kumpul semua perjalanan di lanjutkan ke Museum AH. Nasution

12490363_10153578804579191_154370940_o

Hampir aja kecelek ternyata tutup museum jam 14.00 WIB. Tanpa panduan pemandu museum ada yang narsis didalam museum. puas di dalam kami melanjutkan ke Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI di komplek TIM

12510556_10153578804744191_249163438_o

Perpustakaan ini bisa juga buat anak-anak. Asek.. bikin ke giatan disini seru kali ya..

12511653_10153578804899191_2026487156_n

Mengenalkan Lingkungan dengan membuat herbarium juga boleh.. jadi Anak2 cinta Tanaman sambil membaca apa sih fungsi dari tanaman yang mereka lihat disekeliling.

Untuk hari ini perjalan ditutup diperpustakaan. perpisahan yang akan menjadikan perjalanan menanti..

Fotography by FW