Menginjakan Kaki di Derawan – Hari ke Dua


Bangun pagi, rencana melihat sunrise ternyata gagal karena mendung , untuk mengganti kekecewaan akhirnya mencari makan pagi, menuju kampung berjalan lumayan akhirnya menemukan warung yang menjual nasi kuning yang merupakan makanan yang dilarang dibawa ke laut karena merupakan salah satu yang menjadi sesajen untuk acara sedekah laut.

IMG-20130607-01276

Lagi menunggu makanan tersaji tiba-tiba mataku melihat sesuatu yang saya kenal , panggil namanya dan seorang tersebut kaget juga saya ada ditempat tersebut. Dimanapun saya berada saya mendapatkan teman yang saya kenal. Dunia ini sempit seperti daun kelor.

IMG-20130607-01278

Setelah sarapan pagi kami kembali ke penginapan untuk siap-siap melaut ke pulau disekitar Derawan untuk hari ini pulau Sangalaki melihat pari Manta di meeting point pari Manta. Pemandu kami mas Budi naik ke atas kapal pada saat kapal sudah di meeting point Pari Manta, akhirnya mas Budi menjelaskan bahwa Manta tidak ada karena arus dibawah laut sangat kencang dan makanannya yaitu plangton tidak kumpul, jadi Manta pun tak ada yang lewat. Dan diputuskan kita merapat di Pulau, untuk menuju daratan kami harus berjalan diatas pasir yang masih ada airnya karena terlalu rendah untuk speedboat mendekat kedarat.

20130607_084756

Pulau Sangalaki ini salah satu dari pulau yang menjadi persinggahan penyu untuk bertelur. Di pulau ini pula ada resort dan tempat makan. Pulau dengan pasir putih, ada jembatan yang menjadi tempat kami narsisi dan terdapat tumbuhan pantai seperti tanaman ketapang dan tanaman tapak kuda.

20130607_091449

20130607_094451

20130607_094849

IMG-20130607-01286

Kembali ke speedboad untuk melanjutkan ke pulau Samama di sekitaran perairan pulau tersebut ada spot untuk snorkeling, namun sayang pada saat saya turun snorkeling banyak kulit dari tanaman Mangrove yang mengotori perairan terutama meeting poin dimana saya dan teman-teman snorkeling . IMG_3001

Tidak lama saya naik ke speedboad dan melanjutkan ke pulau Sanggalau mengapa disebut demikian saya menanyakan pada guide mas Budi karena yang berkunjung ke pulau ini karena merasa jenuh di pulau Derawan, sehingga muncul nama tersebut.

DSC_1825

Sambil bercanda dan berfoto-foto dengan berbagai gaya akhirnya perjalanan hari ini berakhir juga dengan kembali kepenginapan dan menunggu SUNSET untuk yang kedua kalinya. Selasai foto-foto dan bersih-bersih kembali makan malam diruang makan.

DSC_1906

Untuk malam ini kegiatan di isi dengan membagikan buku kepada anak-anak yang kita temui di sepanjang perjalanan menyusuri perkampungan sambil melihat pernak-pernik dan jajanan yang dijual, saya pun tertarik dengan Es Kelapa dan Jagung Bakar, walaupun di Jakarta ada kok ya rasanya beda ya makannya, apa karena suasana pedesaan yang membuat hati dan pikiran damai.

DSC_1930

Melihat anak-anak pun yang menerima buku pun hati saya dan rekan-rekan yang membagikan pun sangat bahagia. Ini juga membuktikan kepedulian kami terhadap program gemar membaca. Dengan membaca pengetahuan yang tidak tahu menjadi tahu, dari membaca membuat kreativitas dan inovasi pengetahun yang baru pun akan muncul. Seperti saya menulis ini pun agar dapat dibaca dan ditiru oleh generasi penerus selanjutnya.

Malam makin larut kantuk pun tak tertahankan akhirnya tidur pun lelap setelah menggosokkan kaki dan badan dengan obat gosok mujarab. Tanpa sadar angin pun berhembus dari celah pintu dan saya baru sadar angin sudah memporak-porandakan pakain yang dijemur teman-teman. Alhamdulillah tidak ada jemuran yang terbang ke laut. Setelah memngumpulkan pakaian saya pun melanjutkan tidur. Semoga bias bangun pagi dan kembali ke laut.

Bersambung : Hari Ke Tiga

One thought on “Menginjakan Kaki di Derawan – Hari ke Dua

Komentar ditutup.