Nonton Bareng : ‘9 SUMMERS 10 AUTUMNS’ Dari Kota Apel ke The Big Apple


Dimulai dari suka menonton FILM INDONESIA (bukan yang jenis HOROR) dan menyukai SINEMATOGRAFI, PHOTOGRAPHY, serta pemahaman sebuah karakter.  Tanpa harus mendalami lebih dari sebagai penikmat, saya dukung perfilman INDONESIA dengan menikmati sajian yang selalu akan diputar di BIOSKOP dalam berbentuk TULISAN. Dan mengajak dengan NONTON BARENG dengan teman-teman yang mencintai perfilman INDONESIA .

Tiket Nonton

Tiket Nonton

Penikmat Film INDONESIA

Penikmat Film INDONESIA

salah satu karya anak INDONESIA yang saya nikmati kali ini adalah buah karya dari sutradarai oleh Ifa Isfansyah, Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2011. Didukung oleh para aktor dan aktris berbakat, Ihsan Tarore sebagai Iwan Setyawan, penyanyi Dira Sugandi sebagai Mbak Inan, Putri Indonesia 2006 Agni Pratistha sebagai Mbak Isa, dan Hayria Faturrahman sebagai Mida, serta aktor dan aktris kawakan, Dewi Irawan sebagai Ibuk Ngatinah dan Alex Komang sebagai Bapak Hasyim.

Turut memperkenalkan para pendatang baru bertalenta, asli kota Batu dan Malang. Shafil Hamdi Nawara (Iwan kecil), Trisa Nathasa Eleison (Mbak Isa kecil), Charis Ilola Mattaenda (Mbak Inan kecil), Kayana Ayunda Dianti (Rini kecil), Swasti Nuswantari (Rini dewasa), dan Ida Ayu Wadanthi Purnama Dewi (Mira dewasa) . Film 9 SUMMERS 10 AUTUMNS THE MOVIE menjadi debut mereka di layar lebar.

Diadaptasi dari novel terlaris tahun 2011, film 9 SUMMERS 10 AUTUMNS THE MOVIE Movie mengangkat kisah nyata seorang anak sopir angkot di kota Batu, Jawa Timur, Iwan Setyawan, yang hidup dengan keterbatasan ekonomi. Berkat kegigihannya, ia mampu menembus batas mimpi dan sukses menjadi direktur di sebuah perusahaan ternama di New York, Amerika Serikat.

Di balik sukses Iwan, ada kekuatan besar yang selalu menguatkan Iwan, yaitu kebersamaan dan kasih sayang keluarganya.  Film ini dikemas tidak sekedar menjadi film yang menghibur, namun sarat akan nilai-nilai keluarga.


9 Summer 10 Autumns

SINOPSIS FILM
Ketika seorang ayah menaruh harapan yang sangat tinggi terhadap putranya, saat itulah sang putra mencoba membanggakan ayahnya dengan caranya sendiri. Itulah yang terjadi pada Iwan Setyawan (Ihsan Tarore). Lahir di sebuah keluarga di Batu, Malang, dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan menjadi motivasi tersendiri baginya.

Iwan adalah anak ketiga dari bapak Hasim (Alex Komang) dan ibu Ngatinah (Dewi Irawan). Bapak Hasim adalah seorang supir angkot yang tidak tamat bersekolah, sedangkan sang ibu, hanya seorang ibu rumah tangga dengan prestasi sebatas lulusan Sekolah Dasar. Iwan memiliki dua orang kakak perempuan, mbak Isa (Agni Pratistha) dan mbak Inan (Dira Sugandi), dan dua orang adik juga perempuan. Ya, Iwan memang calon tumpuan keluarga dan jelas, harapan tunggal sang Ayah.

Dididik dengan cukup keras, Iwan semakin termotivasi untuk menyukseskan dirinya dan keluarganya. Dibalik itu semua, sang Ayah sangatlah mencintai dan menyayangi Iwan, hanya saja cara mengekspresikannya yang berbeda. Sang ayah mendukung putra satu-satunya tersebut dengan cara yang dramatis.

Perlahan-lahan, pintu kesuksesan mulai menyambangi Iwan. Kehebatannya dalam berhitung membuatnya tak sulit untuk mencari pekerjaan. Iwan lantas pindah ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Di sana pula lah, gerbang karir Iwan terbuka lebar hingga ia dapat menjadi direktur di sebuah perusahaan di New York.

9 Summers 10 Autumns merupakan sebuah film yang diangkat dari novel karya Iwan Setyawan berjudul sama. Tentunya, 9 Summers 10 Autumns adalah kisah nyata yang dialami sendiri oleh sang penulis.

Dibawah besutan dari sutradara muda, Ifa Isfansyah, 9 Summers 10 Autumns dikemas menjadi tontonan yang selalu menarik di setiap adegannya. Mengambil lokasi syuting di empat kota yakni, Batu, Bogor, Jakarta dan New York merupakan nilai lain yang mempercantik 9 Summers 10 Autumns.

Keunggulan lain dari 9 Summers 10 Autumns adalah perhatian yang sangat detil terhadap properti-properti dan set guna menggambarkan era pada tahun 70-an, hingga terus maju ke 2000-an. Kendaraan, lingkungan, bahkan alat-alat kecil seperti handphone pun dipastikan sesuai dengan zamannya saat itu.

Keterlibatan sejumlah aktor senior, Alex Komang dan Dewi Irawan, ditambah dengan pemeran lainnya sepeti, Ihsan Tarore, Dira Sugandi dan Agni Pratistha turut membawa film persembahan Angka Fortuna Sinema ini menjadi layak untuk tontonan, khususnya keluarga.

Tulisan lain yang terkait
Iwan Setyawan, penulis 9 SUMMERS 10 AUTUMNS yang percaya mimpi

9 SUMMERS 10 AUTUMNS : THE GREATEST DREAM CALLED HOME

Sumber dari Kapanlagi.com, Medeka.com dan lain lain.

Iklan

Bawalah Aku Kembali


Lirik ini dari ost. 9 Summers 10 Autumns The movie

Kulalui masa kecilku
masa bahagia yang t’lah terukir indah
dihatiku…
# Satu masa t’lah kulewati
satu impian t’lah ku raih untukmu
ayah bundaku

namun kasihmu bagai puisi
hangat senyumu menerangi jiwaku
selamanya…
* perjalananku bagai cerita yang tak mungkin
berakhir bahagia tanpa doamu
reff :
tiada tempat yang paling indah
selain rumah kita
tiada masa yang paling indah
selain bersama mereka yang tercinta
bawalah aku kembali kemasa kecilku dulu
dan biarlah kukenang rasa itu
sebagai pelepas rinduku

SAMBEL HEJO


Menyusuri Bandung dengan curah hujan yang tinggi membuat perut makin keroncongan sehingga melangkahkan kaki kesebuah resto yang tidak akan dilupakan karena sambalnya.

Menu yang satu ini justru menjadi andalan di Rumah Makan Sambal Hejo, Bandung. Dari penampakannya memang sambal yang satu ini berbeda dengan sambal pada umumnya yang berwarna merah. Sambal Hejo terbuat dari cabai hijau yang juga dicampur dengan tomat hijau dicampur dengan bahan-bahan lain yang hanya diketahui oleh sang pemilik. Yang jelas, cita rasanya yang ditawarkan sambel hejo ini sangat kaya, istimewa dan unik.

Sambel Hejo

Rumah Makan Sambal Hejo menawarkan beberapa menu spesial. Salah satu di antaranya adalah cimplung. Cimplung adalah sejenis perkedel yang terbuat dari kentang yang dilumat sampai halus dan kemudian dicampur dengan tepung kanji. Sesudah itu digoreng hingga kecoklatan. Rasanya renyah dan sekaligus lembut ketika digigit. Cimplung ini sering menjadi camilan favorit para pengunjung .

Camplung

Untuk lauknya, Anda dapat mencoba menu ayam gorengnya. Ayam goreng di sini sedikit berbeda karena terlihat masih basah. Sebelum digoreng, ayam terlebih dahulu dimasak dengan diungkep sampai empuk dengan campuran bumbu kuning. Sesudah itu, ayam digoreng sebentar saja tidak sampai kering. Inilah yang membuat penampilannya masih terlihat basah, namun ketika digigit dagingnya terasa empuk dan bumbunya merasuk sampai ke dalam daging.

Ayam Goreng

Tentu saja ayam ini akan terasa lebih nikmat ditemani sambal hejo yang menjadi andalannya. Sambal ini memang terasa tidak terlalu pedas. Namun jika Anda menginginkan yang lebih pedas, Anda dapat mencoba sambal dadak yang pasti akan mencandu lidah Anda untuk mencobanya lagi.

Sambel Dadak

Cita rasa makanan yang nikmat ini akan terasa semakin lengkap dengan pelayanan yang memuaskan. Anda akan menjumpai para pelayan yang dengan ramah menyapa Anda dan langsung mencarikan tempat duduk yang pas untuk Anda dan rombongan atau pasangan Anda. Sesudah itu mereka akan menghidangkan menu-menu yang ada di atas piring seperti di rumah makan padang. Sesudah Anda makan, pelayan akan datang dan menghitung berapa banyak yang Anda santap. Jika Anda lupa lauk apa saja yang  Anda santap dan berapa jumlahnya, mereka sudah menghitung jumlah lauk yang dihidangkan pada masing-masing piring. Jadi jumlahnya pasti akan ketahuan, tanpa Anda perlu berusaha keras untuk mengingatnya.

Lauk yang dihidangkan

Jika Anda ingin mengunjungi tempat ini, silahkan datang ke Jl. Gandapura No. 69  Bandung.

Info pengunjung:

–          Rumah makan Sambal Hejo buka setiap hari dari pukul 08.00 sampai 20.00.

Lebih Nikmatnya makan di Resto ini rame-rame jadi bisa share makanan yang ditawarkan dimeja makan.

WARUNG PASTA BANDUNG


Seiring dengan perjalanan panjang dan berliku-liku akhirnya sampai juga Warung Pasta berada di Jalan Ganesha No.4  merupakan sebuah bangunan rumah yang diubah menjadi sebuah resto yang menawarkan bermacam-macam menu pasta berbahan dasar yang cukup bervariasi seperti Daging Cincang, Tuna, Cumi-Cumi, Baso, Macaroni, Smoked Beef, Sosis, Udang, dan Salmon.

Begitu banyaknya menu yang ditawarkan dalam satu buku menu serasa ingin mencicipi semuanya karena dalam menu tersebut juga terpampang foto-fotonya yang tampak begitu lezatnya, di tambah suasana warung yang romantis.

Pesanan pun satu persatu hadir dihadapan saya, sembari menunggu teman yang ingin mengembalikan Charger HP saya yang tertinggal di sebuah acara.

Bukti pesanan

Cappucino Frozen

Cappucino Frozen

Mix Salad

lain waktu ingin kembali untuk mencicipi menu-menu lainnya..

Semua harga yang ditawarkan pun juga tidak terlalu mahal banget karena rata dipatok harga kisaran Rp. 20 ribu hingga 35 ribuan.

Kapasitas pengunjung di di Warung Pasta ini sekitar 130 orang dan menu Pasta Panggang merupakan menu yang menjadi unggulan di Warung Pasta yang memiliki slogan Aggetivo Pasta Restorante.

 

 

Es Tea Sereh


Es Tea Sereh

Segar cetar membahana … rasa sereh yang sangat terasa dan membuat aroma tea begitu khas.

Minuman Favorit dari Kedai Kopi Mata Angin. Bagi teman-teman yang lelah dari perjalanan jauh, mungkin ini pilihan yang sangat tepat dingin dan menyegarkan. Dapat pula diminum panas/hangat, tergantung dari selera para penikmat Tea SEREH.

WORKSHOP TRAVEL WRITING di BANDUNG


Tak kenal maka Tak sang
Sebuah pepatah untuk mengenal Indonesia dari dekat dan berbagi untuk masyarakat luas.

Dengan belajar dan belajar meningkatkan pengetahuan, serta keberanian untuk share ilmu yang sudah didapat dalam sebuah workshop Seminar Travel Writing & Photography, “ MAKE MONEY FROM YOUR JOURNEY” di Kedai Kopi Mata Angin yang berlokasi di Jalan Laswi 19A Bandung.

Dipandu oleh Teguh Sudarisman dan Hannie Kusuma. Pengalaman mereka dalam penulisan yang berdaya jual yang membuat saya ingin lebih dalam belajar dan mengenal langsung. Pada saat tulisan ini ditulis acara sedang berlangsung di Kedai Kopi Mata Angin.

Sesi pertama disampaikan oleh Hannie Kusuma. dengan materi yang ditampilkan
Sebagai berikut : “MAKING MONEY FORM YOUR WRITING”

Setiap tulisan harus sesuai dengan kebutuhan sebuah majalah dan usahakan banyak kenal editor agar lebih tahu kebutuhan dari sebuah majalah tersebut.

Sesi kedua disampaikan oleh Teguh Sudarisman dengan materi yang ditampilkan tentang “Traveler Writing”,

20130429_114938

20130429_114942_resize

20130429_114946_resize

20130429_114949_resize

20130429_114953_resize

20130429_114956_resize

20130429_115016_resize

20130429_115025_resize

20130429_115027_resize

20130429_115030_resize

20130429_115031_resize

20130429_115033_resize

20130429_115039_resize

20130429_115046_resize

20130429_115049_resize

20130429_115053_resize

Sesi ketiga disampaikan oleh Teguh Sudarisman dengan materi yang ditampilkan tentang “Traveler Photography”,

20130429_120537_resize

20130429_120541_resize

20130429_120625_resize

20130429_120626_resize

20130429_120701_resize

20130429_120703_resize

20130429_120706_resize

20130429_120708_resize

20130429_120710_resize

20130429_120713_resize

20130429_120722_resize

20130429_120726_resize

Sesi ketiga disampaikan oleh Teguh Sudarisman dengan materi yang ditampilkan tentang “Menembus Media”

20130429_120748_resize

20130429_120753_resize

20130429_120756_resize

20130429_120800_resize

20130429_120801_resize

20130429_120803_resize

20130429_120813_resize

20130429_120836_resize

20130429_120838_resize

20130429_120840_resize

20130429_120842_resize

Untuk Lebih lengkap dan lebih jelas dapat mengikuti “WORKSHOP TRAVEL WRITING” yang mungkin ada dikota anda, dan pembicaranya  TEGUH SUDARISMAN. Cintai Indonesia dari kaca mata hati anda untuk generasi penerus masa depan. Serta ceritakan kepada para pembaca dengan gaya anda sendiri. Tak terasa  dari jam 10.00 s/d 15.00 para peserta yang mendengarkan dan bertanya membuat pembicara kekurangan waktu untuk menjelaskan lebih luas dan kesempatan yang ada di TRAVEL WRITING.

Ngak menyangka mendapatkan sebuah buku dari Mbak TJATUR , “TIGA BURUNG KECIL” dalam CLARA NG BOOK PROJECT sebuah kelas Novel Dasar yang membuat 3 Orang yang tidak dikenal menghasilkan sebuah Novel.

Diantara peserta ada salah satu penulis buku “TRAVEL 101 WRITING” kupas Tuntas cara Mudah Membuat Artikel dan Foto Perjalanan.  Semoga buku ini juga menjadi inspirasi para traveler untuk menulis serta dipublikasikan.

Terima Kasih Buat Semua pembicara dan panitia, ilmu yang tidak bisa habis dimakan oleh waktu, akan membuat saya serta teman-teman makin ingin belajar menulis dan menulis lagi. (D77)