Seollal Fest – Festival Tahun Baru Korea


Soellal Fest

Pertama kalinya ikut dalam acara kebudayaan Korea, dan lebih mengenal budaya, dengan demikian tidak janggu jika bertemu teman Korea atau ada kesempatan waktu untuk mengunjungi Negaranya.

“Tak kenal maka tak sayang” kalimat itu memaksa untuk mengenal lebih jauh tentang KOREA.

Sebelum acara dimulai para tamu di perlihatkan cuplikan Video tentang Seollal, Tahun Baru di KOREA

Setelah menyaksikan tayangan diatas peserta diperkenalkan dan dijelaskan satu persatu..

Tahun Baru Korea (Korea: Seollal (설날) atau Gujeong (舊正) adalah hari raya rakyat Korea yang terbesar dan terpenting. Seollal dirayakan secara meriah sehingga hari libur berlangsung selama 3 hari karena dianggap lebih penting daripada hari tahun baru kalender Gregorian. Walaupun tidak terlalu populer, istilah Seollal juga berarti Yang-nyeok Seollal (양력설날, tahun baru kalender Gregorian) atau Shinjeong (신정).

Seollal jatuh pada tanggal yang sama dengan Tahun Baru Imlek, kecuali ketika bulan baru muncul antara jam 15:00 UTC (tengah malam waktu Korea) dan 16:00 UTC (tengah malam waktu Cina). Dalam kasus ini (rata-rata terjadi 24 tahun sekali), bulan baru akan muncul “keesokan harinya” di Korea dibanding di Cina, dan Seollal akan dirayakan sehari setelah Imlek di Cina.

TRADISI KELUARGA

Sebelum tahun baru

Hari terakhir bulan 12 Kalender Korea dinamakan seotdal geumeum dan malam sebelum tahun baru dinamakan jeya atau jeseok. Karena merupakan hari yang terakhir, sebisa mungkin orang-orang akan melunasi semua utang dan pembayaran serta berhenti menagih utang sampai tanggal 15.[1] Pada jeseok, rumah tangga sibuk mempersiapkan tahun baru sampai tengah malam dan saling memberi hadiah akhir tahun berupa makanan dan minuman yang enak-enak kepada kerabat. Tradisi ini dinamakan sechan atau hadiah makanan.

Di hari pertama

Di pagi hari tahun baru, seluruh anggota keluarga, orang tua, pemuda-pemudi, pria dan wanita setelah mandi di pagi hari, mengenakan baju baru untuk menyambut tahun baru. Tradisi ini dinamakan seolbim.[1] Setelah itu mereka akan melakukan jeongjo charye, memberi salam kepada leluhur. Kemudian, mereka mengunjungi dan memberi salam tahun baru (sebae) kepada kakek-nenek, orang tua, saudara yang lebih tua dan tetangga. Orang tua menerima kunjungan dan salam dari anak-cucu serta saudara-saudara yang lebih muda. Sementara itu, setelah memberi salam tahun baru kepada orang tua dan kakek-nenek, para pemuda baru boleh bertemu dan berkumpul.

Sudah menjadi tradisi pada tahun baru, para tamu dihibur dan disajikan makanan. Untuk orang dewasa biasa disajikan minuman keras, dan anak-anak diberi orang tuanya angpao (sebaetdon), kue dan buah-buahan. Orang yang sedang dalam masa berkabung selama satu atau dua tahun tidak melakukan kunjungan pada saat tahun baru, melainkan hanya menerima kunjungan saja.

Deokdam

Pada saat tahun baru, orang-orang berbicara dan mengungkapkan harapan dan hal-hal yang baik-baik, seperti mengharapkan kesehatan dan cita-cita. Ini dinamakan deokdam atau ungkapan harapan yang baik.

Sebae

Sebae adalah cara memberi hormat kepada orang tua, kakek dan nenek pada hari tahun baru. Anak-anak mengucapkan salam tahun baru sambil membungkukkan badan “saehae bok manhi badeuseyo” (새해 복 많이 받으세요) yang artinya semoga mendapat banyak keberuntungan tahun baru.

Permainan Tradisional

Banyak orang bermain permainan tradisional seperti Yut, permainan kartu Go-Stop, gasing, layangan dan jaegi chagi. Perempuan bermain neolttwigi.

Makanan dan Minuman tahun baru

Masakan dan minuman tahun baru Seollal dinamakan seol-eumsik dan seol-sul. Seol-eumsik adalah istilah untuk semua jenis makanan yang disajikan pada hari itu. Masakan yang harus ada adalah sup kue beras atau tteokguk. Minuman keras yang dingin disajikan pada hari pertama bermakna keluarga akan menyambut datangnya musim semi.

Tteokguk dibuat dengan cara menumbuk adonan tepung beras yang sudah direbus dengan palu besar. Kemudian dibentuk menjadi gulungan yang dipotong bulat panjang yang akan direbus dalam kaldu daging, disajikan dengan daging sapi dan daging burung pegar. Sup ini juga disajikan sebagai sesajen jeongjo charye. Anak laki-laki ditanya umurnya dengan pertanyaan ”Sudah berapa mangkuk tteokguk yang sudah kamu makan?”, yang bermakna sudah berapa kali ia merayakan tahun baru.

Di hari ini banyak warga yang berwisata ke berbagai tempat di seluruh negeri, yang paling banyak dikunjungi antara lain pesisir timur propinsi Gangwon untuk menyaksikan terbitnya matahari pertama pada tahun baru.

Pada acara ini Tteokguk dilombakan, karena kehabisan Garaettok maka batal untuk mencoba membuat makanan khas KOREA.

Resep

Pakaian

Tahun Baru Korea biasanya liburan keluarga. Liburan tiga hari digunakan oleh banyak untuk kembali ke kampung halaman mereka untuk mengunjungi orang tua dan kerabat lainnya, di mana mereka melakukan ritual leluhur disebut jesa. Banyak orang Korea berdandan pakaian berwarna-warni Korea tradisional yang disebut hanbok. Namun saat ini, keluarga kecil cenderung menjadi kurang formal dan mengenakan pakaian formal lainnya bukan hanbok.

Bokjori 복조리

537929_525795894121902_261367193_n

Apakah bambu-anyaman ladle secara tradisional telah digunakan untuk mencuci dan penanganan beras dan biji-bijian lainnya. Hubungan mereka dengan beras, panen yang melimpah, dan nasib baik, telah membuat ladle simbol keberuntungan untuk Tahun Baru Imlek.
Bokjori yang lazim dijual larut malam pada malam Tahun Baru dengan door-to-door penjaja, menjajakan dalam kegelapan. Secara tradisi, itu dianggap sial untuk tidur pada malam sebelum Hari Tahun Baru.
Pada saat ini, ladle cukup dibeli untuk bertahan sepanjang tahun, dan diikat bersama-sama dan tergantung di dinding dapur. Untuk keberuntungan ekstra, koin atau gula-gula dapat ditambahkan ke mereka sendok atau di dompet koin yang kadang-kadang dimasukkan.

Sedikit penjelasan yang disampaikan oleh pembawa acara, di lanjutkan dengan Permainan yang dilombakan antar kelas bahasa dengan para pengunjung umum.

20130210_125448

20130210_103020 20130210_101101

20130210_110437 20130210_110439   20130210_110445 20130210_111526 20130210_111637 20130210_112112 20130210_115134 20130210_115223 20130210_115443 20130210_120026 20130210_122013 20130210_123247 20130210_123710 20130210_124906

20130210_125530

Sumber : Pusat kebudayaan Korea di Indonesia dan berbagai sumber.