Melepas Rindu


Selesai Anisa Nuralita yang bisa dipanggil Nisa menjelajah kota tua, rasa rindu yang menghimpit hatinya membuat langkah kaki menuju stasiun kota untuk menuju rumah dimana rumah cinta mereka berdua.

Sesampainya dirumah, Sang belahan jiwa belum pulang, Nisa langsung memasak air untuk membuat teh manis panas kesukaan mereka berdua.

Setelah bersih-bersih rumah nisa mandi untuk menyambut belahan jiwanya. sambil membaca novel pemberian dari sang pujaan, sang pujaan hati bernama Edi Waluyo bisa dipanggil dengan yoyok.

Tak lama kemudian Yoyok pun hadiri dengan motor besarnya, menaruh motor di parkitan dan membuka pintu belakang dan cucitangan di dapur, tak lama kemudian Nisa dan Yoyok saling menyapa dengan kebiasaan mereka cium tangan dan cium kening serta berpelukan dengan mesra.

sambil bergandengan mereka menuju ruang tengah, Nisa menyuguhkan teh manis hasil buatannya.

malam makin larut nisa pun menyiapkan air panas untuk mandi sang belahan jiwanya. sambil memanaskan air nisa berkata

“Abi dirimu besok ada waktu untuk mengantarku ke toko buku?”

“Umi dirimu lupa bahwa besok itu ada kerjabakti di lingkungan rumah kita”

“bukannya itu pagi Abi?”, Nisa berharap belahan jiwanya mengantarkan ke toko buku setelah urusan bersosialisasi bersama lingkungan dirumahnya selesai.

“Insya allah .. Abi antar Umi jika badan ini tidak lelah”, sambil mencium kening Nisa dan mengangkat termos di atas kompor untuk dirinya mandi.

Selesai Yoyok mandi, mereka berdua besiap-siap untuk sholat Isya bersama. dan kemudian dengan kebiasaan makan sepiring berdua sambil bercengkerama bergurau dan diskusi kecil. sampai tiba waktunya untuk keperaduan

#BERSAMBUNG