Ngabuburit dengan Onthel


Berangkat dari kost menuju Museum Bank Mandiri (MBM) jam 13.00 menunggu Busway kok tumben lama dan penuh buanget.. dan ternyata di Harco Glodok ada kebakaran pukul 12: 35 jadi wajar jalur ke kota agak tersendat dan ditutup untuk jalur Busway..

Begitu lewat didepan Harco Glodok langsung cekrak cekrek dari TAB.. (tetap moto ya)

Sampai di MBM ternyata sudah ada Bang Ahmat dari Sahabat Budaya untuk membantik (saya ngak ikutan membatik) selesai membatik para Onthelers (panggilan bagi pembonceng sepedah Onthel) Jadwalnya para peseta ini mau diajak Ngabuburit dengan Onthel ke beberpa titik sebelum menuju Pelabuhan Sunda Kelapa.

Melalui Jalan Pintu Besar Utara (MBM) menuju ke Jalan Bank berbelok ke kanan Jalan Kali Besar Barat dan berhenti di Bangungan No. 11 yaitu TOKO MERAH.

Perjalanan di lanjutkan menuju Jembatan Kota Intan, masih di Jalan Kali Besar Barat.  Peserta Turun dan berfoto-foto sambil mendengarkan penjelasan guide dari Museum Bank Mandiri Bapak Kartum SetiawanJembatan Kota Intan merupakan jembatan kayu yang berumur empat abad, dan memiliki banyak gelar yang diberikan orang untuknya. Namun, sosoknya tetap memancarkan kesederhanaan dengan segala keunikan bagi siapa saja yang sedang menapaki kaki di atasnya.

Jembatan Kota Intan dibangun pada tahun 1628, awalnya jembatan ini bernamaEngelse Brug atau Jembatan Inggris. Pada waktu itu jembatan ini berfungsi untuk menghubungkan Benteng Belanda dengan Benteng Inggris yang lokasimya persis beseberangan. Informasi ini penulis dapatkan pada saat penulis melakukan perjalanan wisata edukasi budaya bernilai sejarah di Kota Tua Jakarta.

Pada saat baru satu tahun Jembatan Kota Intan ini berfungsi, Jembatan Kota Intantelah rusak akibat peperangan antaraKerajaan Mataram dan Batavia (1629). Baru 26 tahun kemudian, jembatan yang disambung oleh papan-papan melalui proses perekatan oleh mur-mur yang cukup kuat ini diremajakan dan diberi gelar dengan namaJembatan Pusat Het Middelpunt Brug ) oleh Belanda.

Jembatan ini pernah mendapat julukan sebagaiJembatan Pasar Ayam ( Hoenderpasarbrug ) oleh masyarakat pribumi. Dikarenakan pada saat itu di sekitar jembatan dijadikan tempat jual beli ayam. Dan pada tahun 1938, jembatan yang rusak sempat diperbaiki kembali dan berganti nama menjadiJembatan Ratu Juliana (Ophalsbrug Juliana). Dan pada saat ini jembatan ini dikenal dengan namaJembatan Kota Intan (Diamond). Dengan alasan pada waktu itu berdiri sebuah Kastil Bataviabernama Diamond.

Dari sini melanjutkan perjalanan ke Sebuah Monumen

Dari sini langsung menuju Pelabuhan Sunda Kelapa Jalan Ancol Barat 4

Kembali ke Museum Bank Mandiri untuk Berbuka Puasa..