Menghadiri Upacara Seren Taun di Kesepuhan Sinar Resmi


Kurang lebih perjalanannya seperti ini

Para Peserta berkumpul di depan Halte Busway Departemen Pertanian Arah Ragunan pukul 20.00 WIB.

Sebenarnya bukan ke Ciptagelar tapi ke Sinar Resmi ada kesalahan komunikasi yang di terima oleh Pemimpin rombongan. Tapi kesepakatan kami bersama mengunjungi Ciptagelar atau Daerah baru tidak ada masalah.
Jum’at 15 Juni 2012
20.00 – 21.00 Registrasi Ulang
21.00 – 23.30 Persiapan Berangkat
21.30 – 04.00 Menuju Pelabuhan Ratu

Sabtu 16 Juni 2012
04.00 – 06.00 Istirahat dirumah Penduduk
06.00 – 07.00 MCK
07.00 – 08.00 Sarapan Pagi
08.00 -08.30 Persiapan ke Sirna Resmi
08.30 – 12.00 Menuju Sirna Resmi
12.00 – 13.30 Isoma sekaligus menuju rumah penduduk
13.30 – Selesai Mengikuti Jadwal Panitia Acara Seren Taun

Minggu 17 Juni 2012
04.30 -06.00 Ritual Ngangkat
06.00 – 07.00 MCK Sarapan pagi
07.00 – 09.00 Persiapan Ritual Ampih Pare Ka Leuit
09.00 – 11.00 Ritual Ampih Pare Ka Leuit (Acara puncak)
11.00 – 13.00 Geurah Leutik
13.00 – 14.00 Menuju Pelabuhan Ratu
14.00 – 15.00 Menuju Jakarta
20.00 Sampai di Halte Busway Deptan Ragunan

Saya berangkat dari Jalan Johar Gondangdia menumpang teman pukul 17.00 WIB sampai Sarinah Thamrin dilanjut menggunakan Busway arah Blok M, Turun di Dukuh Atas untuk Transit Menuju Ragunan. Sampai Halte Busway Ragunan pukul 18.30 saya menunggu di dalam Halte, pukul 19.00 saya menilihat seseorang wanita membawa tas ransel sepertinya salah satu peserta yang akan ikut Seren Taun.

Jam menunjuk pulul 19.30 saya berjalan ke Pangkalan Angkot arah Cilandak /Lebak Bulus untuk menyakinkan teman2 peserta lainnya seperti Riza Pranita, Amie Rahmilah Amie.

Tapi sebelum bertemu mereka semua “Air dari langit” keburu mengguyur tempat kita berkumpul. dan akhirnya saya meneduh di Halte Busway. Tidak lama Riza menelpon saya menayakan posisi ada dimana dan begitu juga dengan Amie. dan saya putuskan untuk berkumpul di halte dahulu sambil menunggu hujan reda. Tidak lama Mas Budhi menyusul ke Halte untuk memberitahu kalau sudah ada peserta kumpul diwarung.

Setelah bertemu dengan mereka kita berkumpul dengan yang lainnya Budhi Suwarsono, Freddy MH, Njang Abas dan Ipan. Mas Budhi sudah bertemu dengan peserta yang saya lihat dari halte busway yang  ternyata Mbak Vinca. disusul Deby Marwati dan satu persatu peseta berkumpul Herdiana Prasetyaningrum (Dian), Jule Winchester (Yuli Fitriani), Rahminur Handayanibeserta temannya Tri Rahayu Handayani dan yang terakhir adalah Dani Daniar.

Peserta Sudah kumpul semua tetapi Elf yang ditunggu-tunggu tak kunjung munjul, setelah dihubungi ternyata kena macet. Dimaklumin kalau Jakarta diguyur hujan pastinya dimana-mana jalanan ada “Si KOMO lewat”.  Dengan terlambatnya Elf  entah mengapa saya tidak paham alasannya, mbak Vinca mengundurkan diri ikut serta dalam rombongan.

Pukul 10. 28 WIB akhirnya Elf yang akan membawa kami semua hadir didepan Warung, tidak menunggu lama kami berdoa dan memasukkan barang bawaan, perjalan panjang dimulai dengan tidak lupa untuk menghampiri peserta yang menunggu di Ciawi Rasti Setya.

Perjalanan pun dilanjutkan menuju penginapan pertama dirumah Pak Endang yang letaknya di Pelabuhan Ratu sampai pukul 3.30 WIB.  Kami disambut oleh pemilik rumah yang ternyata hobby juga dengan memotret. setelah bersih diri tidak lama semua terkapar seperti pindang (wkwkwkwkwkwk).

Jam menunjuk pukul 5.30 WIB satu persatu peserta dan panitia bangun dari tidur  dan bersih diri dilanjutkan dengan sarapan pagi. tapi sebelumnya kita berkenalan dan ngobrol membuat suana akrab makin terasa… hiaaaaaaaaaaaaa.. wkwkwkkwkwkwkw …… itu yang keluar setiap ada celoteh dari salah satu peserta…

dan ada pula yang bertingkah lucu salah satunya buka lapak pijetan.

Karena waktu makiin siang dan sarapan sudah siap maka kami beranjak untuk menuju meja makan, asik ada sambel, tempe, tahu, ikan goreng dan sop ikan Marlin.

SOP IKAN MARLIN

Setelah makan kita pamitan untuk berangkat ke Desa Sirna Resmi, Cisolok lokasi dimana diadakan Seren Taun Kesepuhan Sirna Resmi. Sambil menunggu kendaraan yang akan membawa kami semua ke sana beberapa teman-teman membeli jamu gendonk.

Mobil yang akan membawa kami semua juga merupakan mobil pak UHE salah satu warga lokal yang membantu terselenggaranya acara SEREN TAUN ini, karena bersama kita semua ada beberapa bahan makana yang dibawa seperti minyak, Indomie, Aqua dan lain-lain .

Selama perjalanan kami semua menikmati pemandangan dan canda tawa yang tidak terelakkan.. :)) (huahahahahahahahahahaha) #sampe sakit perut..

Akhirnya sampai di Lokasi Seren Taun, kurang lebih 800 M sebelum lokasi sudah di padati oleh pedagang dari penduduk sekitar dan dari luar kota juga.

Imah Gede dari Samping

Kami semua masuk ke Imah Gede rumah dari kepala adat Kesepuhan Sinar Resmi yaitu ABAH ASEP NUGRAHA, kami bertemu dan berbincang2 dengan beliau untuk meminta ijin menyaksikan acara SEREN TAUN.

ABAH ASEP NUGRAHA

Foto bersama ABAH ASEP NUGRAHA

Setelah bertemu kami semua disuguhkan makan siang dengan sederhana tetapi sangat bermakna sekali. Nasi dengan lauk ikan, sayur dan kerupuk, tidak lupa buah. Makan lesehan dengan didepan kita berhaparan makanan kecil khas daerah setempat,  tapi buat saya cemilan tidak asing. Ternya setelah mencari tahu apa sebabnya makanan itu ada ternyata Ambu berasal dari Betawi. Pantas apa yang saya lihat makan tersebut tidak asing.

Nasi Organik

Lauk

Makan Selesai kami diantar ke rumah penduduk untuk beristirahat dan menginap. Tepatnya dirumah bapak Unen lokasinya tidak jauh dari Lapangan dan Imah Gede.

Rumah pak UNEN

Karena Udara masih bagus dan kami semuanya ingin berkeliling akhirnya diputuskan untuk hunting lokasi sebelum acara sore dimulai.

Suasana Lokasi Seren Taun

Rumah di Kampung

Leuit

Wayang Golek

Pemandangan Alam

Kesenian Lokal

Hasil Kerajinan

Berkeliling kampung pun akhirnya selesai kami beristirahat dpenginapan sambil menunggu acara berikutnya. Bersih-bersih diri, dengan kondisi air yang cukup minim dan kamar mandi yang tidak ada kunci pun kami tutup dengan kain seadanya. Jika ingin mandi atau buang air kami harus mengambil air dipenampungan dengan ember. (lupa moto)

Salah satu panitia  memberitahukan pada kami untuk makan malam sudah tersedia di Imah Gede. Persiapan ke Imah Gede untuk para wanita diharuskan menggunakan sarung / kain panjang adat istiadat selama berada di Kasepuhan Sinar Resmi.

Wajib Memakai Sarung/kain
Untuk Wanita

Suasana Makan Malam

Dilanjutkan dengan menyaksikan pertunjukan di panggung Utama dengan dibuka oleh MC, dilanjutkan pertunjukan Balebat, Gondang Buhun, kembang api dan ditutup dengan Dangdutan.

MC Membuka Acara

Balebat
Foto by Dyan dan Dani

Gondang

Kembang Api

Karena Kantuk yang tidak dapat ditahan lagi, akhirnya kami semua tidur. Di kamar ada 4 orang dan 9 orang diruang tengah . Malam yang sunyi dan tenang.  Terbangun pukul 3 dini hari melihat temanku masih  tertidur. Mereka lelap sekali tidurnya, jika ingat celoteh mereka saya tersenyum. Betapa bahagia tanpa beban mereka berceloteh.

Tak lama kemudian kentongan berbunyi menandakan acara akan dimulai kembali, Adzan Subuh berkumandang yang muslim berduyun-duyun ke masjid yang tidak jauh dari rumah tempat kami menginap.Selesai sholat kami semua menuju pelataran Imah Gede untuk menyaksikan acara Ngangkat.

Ritual Ngangkat

Ritual Ngangkat
Diiringi oleh Dogdog Lojor

Selesai Ritual Ngangkat kami semua bersih2 diri kemudian makan pagi dan dilanjutkan persiapan Ritual Ampih Pare Ka Leuit (UPACARA UTAMA).

Untuk penghormatan kepada padi, maka prosesi meletakakn padi ke Leuit atau Lumbung dilaksanakan, Padi yang sudah di panen diarak ke tengah-tengah lapangan dengan diiringi dogdog lonjor, rengkok, 7 putri, pemikull padi, pembawa bakul padi dan debus, dengan petunjuk lengser. Lengser, Ambu dan para pejabat menjemput Abah menuju Leuit.

Di depan Leuit ritual pun dilaksanakan sebelum padi dimasukkan ke Leuit. Salah satu pengurus petani naik mamasukkan “kemenyan” disusul oleh Abah naik masuk merapikan padi, kemudian para pejabat diberikehormatan untuk naik memasukan padi sambil diiringi oleh Kidung Puhun. Setelah semua meletakkan padi di Leuit, Salah satu pengurus tadi menghadap keluar untuk memimpin doa, ada ritul didalam Leuit. Abah pun meninggalkan Leuit diiringi pejabat diikuti oleh 7 putri dengan rampak sekar (membuang bunga dari bokor yang dibawanya).

Lengser

7 Putri

Rengkong

Pemikul Padi

Dog Dog Lonjor

Iring2an Ritual Ampih Pare Ka Leuit

Pengurus Petani

Ritual Sebelum padi dimasukan ke Leuit
Foto by Dani

Abah masuk ke Leuit
Foto by Dani

Pejabat masuk ke Leuit sambil membawa Padi
Foto by Dani

Pengurus Petani berdoa sebelum ritual didalam Leuit
Foto by Dani

Abah kembali ke Imah Gede

Acara peletakan pun selesai dan ditutup dengan saresehan, dilanjutkan dengan acara Debus.

salah satu atraksi Debus

Saresehan Geureuh Letik “nyorang ka tukang, Nyawang Anu Bakal Datang” , saresehan untuk pemantapan hasil pertanian yang akan datang.

Karena kami harus kembali ke Jakarta, beres-beres dan bersih diri, kemudian ke Imah Gede berpamitan ke Abah dan Ambu… (lupa moto sama Ambu), lanjut Ambil Perbekalan dan Pamitan ke Ibu Uci yang rumahnya sudah menjadi tempat kita bermalam.

Kendaraan yang akan membawa kami ke Pelabuhan Ratu menunggu ditempat yang agak jauh sehingga kami harus berjalan menanjak, Perjalan menuju Pelabuhan Ratu dengan waktu tempuh yang lebih cepat dari berangkat.. Pusing euy pak bawaknya kencanga buanget..

Sampai di tempat kemarin kami berangkat Elf sudah mendunggu dan pindahkan barang langsung duduk manis. ngak lama semua sudah tertidur (karena perut belum diisi).  Ngak lama kami  Makan dirumah makan setelah kenyang kami lanjutkan perjalanan. Full teng makan.. celoteh teman2 dimulai kembali… sampai akhirnya perjalanan berakhir di Depan Halte Busway Deptan Ragunan.

Puji Syukur kehadirat ALLAH SWT yang memberikan saya umur dan Cuaca yang cerah, serta terima kasih buat ABAH ASEP NUGRAHA dan AMBU NURHASANAH, keluarga besar Kasepuhan Sinar Resmi, Panitia Penyelengara. Teman-teman pecinta Budaya Indonesia :Njang Abas, Budhi Suwarsono, Freddy MH, Rasti Setya, Riza Pranita, Amie Rahmilah Amie, Deby Marwati, Herdiana Prasetyaningrum (Dian), Jule Winchester (Yuli Fitriani), Rahminur Handayani, Tri Rahayu Handayani, Dani Daniar, pak supir Elf, pak supir waktu berangkat dan Pak Supir waktu pulang.

Tanpa kalian semua saya tidak dapat membuat cerita ini. kurang dan lebihnya saya mohon maaf jika ada salah-salah kata.

Even di FB : SEREN TAUN

Foto dari Rekan2 seperjalanan:

1. Jule Winchester (Yuli Fitriani)

2. Dani Daniar

3. Tri Rahayu Handayani

4. Budhi Suwarsono

5. Riza Pranita

6.Rasti Setya

7.Dhydyan Savitri

8. Debby

9. Basri

10. Dian

11. Rahmi

12. Amie

CU TO CIPTAGELAR …….. SEPTEMBER YA… !!!!!!!!!!!!!!!!!

4 thoughts on “Menghadiri Upacara Seren Taun di Kesepuhan Sinar Resmi

  1. yuli fitriani (@juujuuleelee) berkata:

    emmhhh,…*mataberkatjakatja*
    cerita ini tersaji atas sambungtangan dari mas Budhi Suwarsono yg mengumpulkan kita semua..
    dan pastinya atas ijin Allah SWT kt bisa berangkat, menikmati momen demi momen hingga selamat sampai rumah masing2..

    mari kita selalu niatkan disetiap perjalan kita kemanapun tujuannya sebagai salah satu media bertafakur..insyaAllah berkah dan dilancarkan…aamiin…

    cu next destination insyaAllah Ciptagelar,,,

    mbak2 dan mas2 jgn lupa bawa kamera bagus2 dan gedhe2 yaa…akuuu..siappp jadi modelnyaa…*kedipkedipcentil

    Suka

Komentar ditutup.