Menjelajah Pulau Sibuk yang kini tak Sibuk..


Pagi-pagi berangkat ke Marina Ancol sebagai tempat berkumpulnya para photographer yang akan hunting 4 pulau di kepulauan seribu.

Sebelum teman2 dan panitia datang saya hunting mengejar matahari..

Selamat Pagi Semuaaaaaaaaaaaaaa…

Berangkat dengan 2 kapal cepat yang mengantar para peserta berangkat pukul 8.30 (terlambat dari jadwal pemberangkatan). Kapal sempat berhenti di tengah laut karena baling2 mesin kapal kesangkut sampah.. #tetap sampah membuat saya miris# kenapa harus dibuang ke laut.

Merapat di pulau yang pertama yaitu Onrust (Nama ‘Onrust’ sendiri diambil dari bahasa Belanda yang berarti ‘Tidak Pernah Beristirahat’ atau dalam bahasa Inggrisnya adalah ‘Unrest’)

Untuk pembukaan dan para photographer  melanjutkan ke pulau kelor

Untuk mencapai ke pulau ini disarankan untuk berangkat pagi-pagi sekali sebelum air pasang .. banyak kapal kayu yang tidak berani merapat disini.. karena pulau ini tidak ada dermaganya…

Pulau Kelor yang dulu dikenal sebagai Pulau Kherkof terletak berdekatan dengan Pulau Onrust dan Pulau Bidadari. Jaraknya ke Pantai Ancol sekitar 1,8 kilometer atau satu jam pelayaran dengan kapal motor. Di pulau ini terdapat peninggalan Belanda berupa galangan kapal dan benteng yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan Portugis di abad ke 17. Disini juga terdapat kuburan Kapal Tujuh atau Sevent Provincien serta awak kapal berbangsa Indonesia yang memberontak dan akhirnya gugur di tangan Belanda.

setelah hunting perjalanan dilanjutkan ke pulau Bidadari

Disini terdapat puing sisa benteng bundar Martello

Pada abad ke-17, pulau ini merupakan penunjang aktivitas Pulau Onrust karena letaknya yang tidak berjauhan dengannya. Karena menjadi penunjang, di pulau ini dibangun pula sarana-sarana penunjang. Pada tahun 1679, VOC membangun sebuah rumah sakit lepra atau kusta yang merupakan pindahan dari Angke. Karena itulah, pulau ini sempat dinamakan Pulau Sakit.

Saat bersamaan, Belanda mendirikan benteng pengawas. Benteng yang dibangun ini lebih berfungsi sebagai sarana pengawasan untuk melakukan pertahanan dari serangan musuh. Sebelum pulau ini diduduki oleh Belanda, orang Ambon dan Belanda pernah tinggal di pulau ini.

Berbeda dengan resor lainnya, resor Pulau Bidadari memiliki resor yang berada di atas laut atau yang dikenal dengan cottage apung (floating cottage). Cottage ini berupa rumah panggung di atas air layaknya perkampungan nelayan. Selain itu juga terdapat cottage di darat yang terdiri dari dua model yakni model panggung dan bukan panggung. Cottage model panggung didesain mirip dengan rumah adat minahasa.

Setelah berkeliling di Pulau Bidadari perjalanan dilanjutkan ke pulau Kahyangan / Pulau Cipir

Pulau Kahyangan disebut juga Pulau Cipir atau Pulau Cuypeer, Di pulau ini terdapat peninggalan sejarah, yaitu sebuah benteng yang dibangun oleh Belanda pada zaman VOC.  pada tahun 1911 pulau ini di perbantukan untuk karantina haji yang berpusat di pulau Onrust.

dua buah meriam ini menandakan dulunya pulau ini memiliki sebuah benteng.

Selesai mengelilingi pulau Cipir perjalan kembali ke Pulau Onrust, untuk explor yang ada di pulau tersebut dan sekalian penutupan acara hunting bersama.

Setelah berkeliling, kini waktunya kembali ke Pelabuhan di Jakarta ..

Pustaka :

1. brosur Taman Arkeologi ONRUST, UPT taman Arkeologi Onrust Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah provinsi DKI Jakarta

2. buku tempat-tempat bersejarah di Jakarta, Adolf heuken SJ

3. Internet Wikipedia.

Sponsor by UPT Taman Arkeologi Onrust dan Komunitas Jelajah Budaya (KJB)

—————————————0O0—————————————-

Petunjuk Menuju Pulau Onrus

Biaya dan transportasi alternatif ke Pulau Onrust:

1. Paling terjangkau: menyewa perahu nelayan di pelelangan ikan Muara Kamal, Jakarta Utara. Perahu melakukan perjalanan pulang pergi dari Muara – berhenti di Kamal, Onrust, Kelor, Cipir dan Bidadari – dan biaya Rp 300.000 sampai Rp 400.000. Perahu dapat berlangsung hingga 30 penumpang. Onrust adalah 15 sampai 20 menit dari Muara Kamal. Untuk sampai ke Muara Kamal: Ambil Harmoni-Kalideres busway ke Rawa Buaya. Langsung pada ojek untuk pelelangan ikan Muara Kamal (Rp 10.000) atau menangkap sebuah minibus merah di Kota. Cari D06 pergi dari Kota ke Kamal dan Kapuk dan turun di pelelangan ikan Kamal Muara.

2. Menyewa perahu dari pasar ikan Muara Angke. Sebuah perjalanan putaran akan memakan biaya Rp 6 juta dan dapat berlangsung hingga 60 penumpang. Onrust adalah sekitar 20 menit dari Muara Angke.

3. Menyewa perahu feri dari Ancol Marina. Sebuah perjalanan empat jam putaran akan memakan biaya Rp 15 juta dan dapat berlangsung hingga 70 penumpang. Onrust adalah sekitar 45 menit dari Ancol Marina.

4. Menangkap kapal dari Bidadari. Putaran Bidadari perjalanan – yang berhenti di Onrust, Cipir, dan Kelor – memakan waktu 2 jam dan biaya Rp 250.000 per penumpang, dengan minimal lima penumpang dan maksimal 30. Tiket masuk untuk Bidadari biaya Rp 25.000.

Contak untuk Reservasi

Pelabuhan Marina Ancol : Speedboat P. Bidadari  (Bidadari Express 9, 7 dan 5) Telp. 64710048, 6413679

Pelabuhan Muara Angke : KM.Rindu Alam telp. 0815140345, KM. Rindu Alam Dua. telp 021-23726711, KM.Cinta Alam, telp. 021-26157823

Pelabuhan Muara Kamal : Fajar Bone. telp 021-5561124, Darussalam. telp 021-70953970, Warisman. telp 021-92739778