Postcards from Netherlands East Indies


Berkumpul di Parkir Timur Senayan bertemu taman lama dan teman baru.  Pendaftaran Ulang (mendapatkan ID, teh manis panas, kue2 tradisional)

Bertemu dengan teman2 .. Dian Maya PurnamaRamayanti MayaLusi Ramadhani entah siapa lagi yang sering ikut SAHABAT MUSEUM

ada pula teman2 baru dan ternyata temannya temanku juga.. (Dunia kecil).

Dian dan Maya di Bus 1 , Saya dan Nurul di Bus 2, Lusi di Bus 4, tetap kalau dah di Lokasi yang kita Moto2 sendiri2 dan akhirnya bisa poto bareng di Spanduk… (maklum di komunitas tetangga saya jadi kuli photonya) di komunitas ini kudu narsis.. heheheheheh…..

Perjalanan dari Senayan Menuju Stasiun Tanjung Periuk. Dari Tempat kumpul Bus Belok kiri menuju Jalan Jenderal Sudirman, menuju ke Jalan Jenderal Gatot Subroto, Ambil jalan di kanan menuju Jalan Tol Jenderal Gatot Subroto, Terus ke Jalan Tol Letnan Jenderal S Parman, Terus ke Jalan Tol Pluit – Tomang, Tetap di kanan di jalan bercabang, ikuti rambu Pluit/Ancol/Tanjung Priok dan bergabung ke Jalan Tol Pelabuhan, Ambil jalan keluar Tanjung Priok untuk bergabung ke Jalan Laksamana Yos Sudarso, Belok sedikit ke kiri untuk tetap di Jalan Laksamana Yos Sudarso (rambu Kebon Bawang), Belok kiri menuju Jalan Enggano, Terus ke Jalan Taman Stasiun Tanjung Priok (rambu Ancol), sampai di Stasiun Tanjung Priok Jalan Taman Stasiun Tanjung Priok, 14330

KELILING STASIUN TANJUNG PERIUK

Melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Sunda Kelapa

Ke arah barat di Jalan Taman Stasiun Tanjung Priok menuju Jalan RE Martadinata, Belok kiri menuju Jalan RE Martadinata, Tetap di kanan di jalan bercabang, ikuti rambu Pluit, Belok menuju Jalan Lodan Raya, Ambil 2 kanan menuju Jalan Sunda Kelapa, Sampai di Pelabuhan Sunda Kelapa.

Sesampainya di tujuan ternyata hujan rintik-rintik tidak terkira turun membasahi bumi, sehingga tidak bisa berkeliling dengan kondisi hujan.

Perjalanan di lanjutkan ke Taman Fatahilah

Belok kanan menuju Jalan Lodan Raya,Belok kiri menuju Jalan Kerapu,  Belok kiri menuju Jalan Tongkol,Terus ke Jalan Cengkeh, Belok kiri menuju Jalan Kunir,  Belok kanan menuju Jalan Kemukus, Belok kanan menuju Jalan Keadilan, BUS parkir di Jalan Lada. 

Para peserta berjalan kaki menuju BEOS = Beos kependekan dari Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur), sebuah perusahaan swasta yang menghubungkan Batavia dengan Kedunggedeh

Setelah Berkeliling dan makan siang, perjalanan dilanjutkan Ke arah selatan di Jalan Stasiun Kota menuju Jalan Pintu Besar Utara, menelusuri Terus ke Jalan Hayam Wuruk, sambil menjelaskan carrefour duta merlin yang dulunya merupakan hotel yang beroperasi mulai tahun 1856 hingga tahun 1960 di Weltevreden, Batavia (Jakarta). Di hotel ini ditandatangani Perjanjian Roem Royen pada 7 Mei 1949. perjalanan dilanjutkan menuju Jalan Insinyur Haji Juanda, muter balik menuju Jalan Veteran, Ke arah barat di Jalan Veteran, Belok kiri menuju Jalan Majapahit, Ke arah selatan di Jalan Majapahit menuju Jalan Medan Merdeka Utara, Terus ke Jalan Medan Merdeka Barat, Belok ke kiri menuju Jalan Medan Merdeka Selatan, Ke arah timur di Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Jalan Silang Merdeka Tenggara, Lakukan putar U,Belok kiri untuk tetap di Jalan Silang Merdeka Tenggara,Belok ke kiri menuju Jalan Medan Merdeka Timur,Terus ke Jalan Perwira, Terus ke Jalan Kathedral, Belok kanan menuju Jalan Pos.

Peserta turun dari Bus kemudian jalan kaki menuju Toko Es Krim  TROPIC, makan Es di Bus, perjalanan dilanjutkan ke Departemen Keuangan.

Ke arah timur laut di Jalan Pos, Jalan Pos belok sedikit ke kanan dan menjadi Jalan Gedung Kesenian, Belok kanan menuju Jalan Lapangan Banteng Utara, Belok ke kiri menuju Jalan Lapangan Banteng Barat,Belok sedikit ke kiri menuju Jalan Lapangan Banteng Selatan, Terus ke Jalan Lapangan Banteng Timur, dan sampailah di Istana Daendels.

Iklan

GBS atau Guillain Barre Syndrome


GBS atau Guillain Barre Syndrome adalah penyakit langka yang menyebabkan tubuh menjadi lemah kehilangan kepekaan yang biasanya dapat sembuh sempurna dalam hitungan minggu, bulan atau tahun. GBSmengambil nama dari dua Ilmuwan Perancis, Guillain (baca Gilan) dan Barré (baca Barre), yang menemukan dua orang prajurit perang di tahun 1916 yang mengidap kelumpuhan kemudian sembuh setelah menerima perawatan medis. Penyakit ini menjangkiti satu dari 40,000 orang tiap tahunnya.

Sifat-sifat GBS:

  • Bisa terjangkit di semua tingkatan usia mulai dari anak-anak sampai dewasa
  • jarang ditemukan pada manula
  • Lebih sering ditemukan pada kaum pria
  • Bukan penyakit turunan
  • tidak dapat menular lewat kelahiran, terinfeksi atau terjangkit dari orang lain yang mengidap GBS
  • Namun, bisa timbul seminggu atau dua minggu setelah infeksi usus atau tenggorokan.

Apa gejala GBS?
Guillain Barre Syndrome umumnya bergejala awal: rasa seperti ditusuk-tusuk jarum diujung jari kaki atau tangan atau mati rasa di bagian tubuh tersebut. Kaki terasa berat dan kaku atau mengeras, lengan terasa lemah dan telapak tangan tidak bisa menggenggam erat atau memutar seusatu dengan baik (buka kunci, buka kaleng dll)

Gejala-gejala awal ini bisa hilang dalam tempo waktu beberapa minggu, penderita biasanya tidak merasa perlu perawatan atau susah menjelaskannya pada tim dokter untuk meminta perawatan lebih lanjut karena gejala-gejala akan hilang pada saat diperiksa.

Gejala tahap berikutnya disaaat mulai muncul kesulitan berarti, misalnya: kaki susah melangkah, lengan menjadi sakit lemah, dan kemudian dokter menemukan syaraf refleks lengan telah hilang fungsi.

Apa penyebab GBS?
Guillain Barre Syndrome timbul dari pembengkakan syaraf peripheral, sehingga mengakibatkan tidak adanya pesan dari otak untuk melakukan gerakan yang dapat diterima oleh otot yang terserang. Karena banyak syaraf yang terserang termasuk syaraf immune sistem maka sistem kekebalan tubuh kita pun akan kacau. Dengan tidak diperintahakan dia akan menngeluarkan cairan sistem kekebalan tubuh ditempat-tempat yang tidak diinginkan.

Dengan pengobatan maka sistem kekebalan tubuh akan berhenti menyerang syaraf dan bekerja sebagaimana mestinya.

Bagaimana GBS dapat ter-diagnosa?
Diagnosa Guillain Barre Syndrome didapat dari riwayat dan hasil test kesehatan baik secara fisik maupun test laboratorium. Dari riwayat penyakit, obat2an yang biasa diminum, pecandu alcohol, infeksi2 yang pernah diderita, gigitan kutu maka Dokter akan menyimpulkan apakah pasien masuk dalam daftar pasien GBS. Tidak lupa juga riwayat penyakit yang pernah diderita pasien maupun keluarga pasien misalnya diabetes mellitus, diet yang dilakukan, semuanya akan diteliti dengan seksama hingga dokter bisa membuat vonis apakah anda terkena GBS atau penyakit lainnya.

Pasien yang diduga mengidap GBS di haruskan melakukan test:

  1. Darah lengkap
  2. Lumbar Puncture
  3. EMG (electromvogram)

Sesuai urutannya, test pertama akan dilakukan kemudian test ke dua apabila test pertama tidak terdeteksi adanya Guillain Barre Syndrome, dan selanjutnya.

Apa yang akan terjadi setelah test dilakukan?
Tanda-tanda melemahnya syaraf akan nampak semakin parah dalam waktu 4 sampai 6 minggu. Beberapa pasien melemah dalam waktu relative singkat hingga pada titik lumpuh total dalam hitungan hari, tapi situasi ini amat langka.

Pasien kemudian memasuki tahap ‘tidak berdaya’ dalam beberapa hari. Pada masa ini biasanya pasien dianjurkan untuk ber-istirahat total di rumah sakit. Meskipun kondisi dalam keadaan lemah sangat dianjurkan pasien untuk selalu menggerakkan bagian-bagian tubuh yang terserang untuk menghindari kaku otot. Ahli Fisioterapy biasanya akan sangat dibutuhkan untuk melatih pasien dengan terapi-terapi khusus dan akan memberikan pengarahan-pengarahan kepada keluarga adan teman pasien cara-cara melatih pasien GBS.

Apakah GBS menyakitkan?
Ya dan tidak. Pasien biasanya merasakan sakit yang akut pada saat GBS. Terutama didaerah tulang belakang dan lengan dan kaki. Namun ada juga pasien yang tidak mengeluhkan rasa sakit yang berarti meskipun mereka mengalami kelumpuhan parah. Rasa sakit muncul dari pembengkakan dari syaraf yang terserang, atau dari otot yang sementara kehilangan suplai energy, atau dari posisi duduk atau tidur si Pasien yang mengalami kesulitan untuk bergerak atau memutar tubuhnya ke posisi nyaman. Untuk melawan rasa sakit dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit dan perawat akan memberikan terapi-terapi untuk me-relokasi bagian-bagian tubuh yang terserang dengan terapi-terapi khusus. Rasa sakit dapat datang dan pergi dan itu amat normal bagi penderita GBS.

Apakah pasien GBS membutuhkan perawatan khusus?
Pasien biasanya akan melemah dalam waktu beberapa minggu, maka dari itu perawatan intensive sangat diperlukan di tahap-tahap dimana GBS mulai terdeteksi. Sesuai dengan tahap dan tingkat kelumpuihan pasien maka dokter akan menentukan apa pasien memrlukan perawatan di ruang ICU atau tidak.
Sekitar 25% pasien GBS akan mengalami kesulitan di:

  • Bernafas
  • Kemampuan menelan
  • Susah batuk

Dalam kondisi tersebut diatas, biasanya pasien akan diberikan bantuan alat ventilator untuk membantu pernafasan.

Berapa lama pasien dapat sembuh?
Setelah beberapa waktu, kondisi mati rasa akan berangsur membaik. Pasien harus tetap wapada karena hanya 80% pasien yang dapat sembuh total, tergantung parahnya pasien bisa berjalan dalam waktu hitungan minggu atau tahun. Namun statistic membuktikan bahwa rata-rata pasien akan membaik dalam waktu 3 sampai 6 bulan. Pasien parah akan menyisakan cacat dibagian yang terserang paling parah, perlu terapi yang cukup lama untuk mengembalikan fungsi-fungsi otot yang layu akibat GBS. Bisanya memakan waktu maksimal 4 tahun.

Adakah obat untuk penyakit ini?
Obat nya hanya ada 1 macam yaitu GAMAMUNE ( Imuno globuline ) yang harganya 4jt – 4,5 jt rupiah /botol biasanya obat ini diinfuskan kepasien dg jumlah yang dihitung dari berat badan, untuk lebih jelas nya tanya ke dokter, contoh kasus yang dialami Deya dg berat badan pada saat sakit waktu itu 58 KG deya menghabiskan obat ini sebanyak 20 botol, ( 5 botol / hari).

Tips perawatan diri
Karena penyebab pasti GBS tidak dapat menunjuk, tidak ada cara yang diketahui untuk mencegahnya. However, it’s important to seek immediate medical treatment for any symptoms of muscle weakness and loss of reflexes. Namun, penting untuk segera mencari perawatan medis untuk setiap gejala kelemahan otot dan hilangnya refleks. Early treatment improves the outlook for recovery. Perawatan dini meningkatkan prospek untuk pemulihan.

sumber: http://forum.um.ac.id

Link yang berkaitan :
http://www.ninds.nih.gov/disorders/gbs/detail_gbs.htm

http://eddysatriya.blogspot.com/2009/02/guillain-barre-syndrome-perlu.html

Membutuhkan Dana untuk Pengobatan Anak Temanku Kena Penyakit GBS-Guillain–Barré Syndrome


Sebisa saya membantu memostingkan berita ini kepada teman-teman yang memiliki hati yang dermawan …mendengar cerita dari IBU SITA (Sita Rahmah) bahwa anak temannya mendapatkan musibah penyakit, yang memerlukan dana yang cukup tinggi…

Sedikit cerita dari Ibu Sita :

ICHA lahir pada tgl 1 Agustus 1997 adalah anak yang periang dan cerdas. Dia selalu ceria dan aktif dalam setiap kegiatan baik di rumah ataupun di sekolah. Ananda dari Bu Etty  (guru TK) ini bukan anak yang rewel dalam kehidupan sehari-hari bahkan dalam makan pun dia tidak pilih-pilih. Pendek kata Icha, demikian dia biasa dipanggil, adalah anak yang ceria dan penurut bagi orang tuanya. Dia bersekolah di SMPN 250 Hj.Naim Cipete Jakarta Selatan dan harus menempuh Ujian Nasional pada tgl 23 April 2012 ini. Tetapi impian untuk ikut ujian nasional itu pupus karena tiba-tiba Icha diserang penyakit infeksi darah yang langka yaitu GBS (Guillain–Barré Syndrome ). Hingga kini belum diketahui apa penyebab penyakit GBS ini.

Pada suatu pagi yang cerah yaitu pada hari Kamis tanggal 19 April 2012 sekita jam 7:00 pagi tiba-tiba Icha jatuh sakit di sekolah. Mula-mula tubuhnya lemas bagai tak bertulang lalu dibarengin dengan rasa mual yang hebat dan muntah-muntah serta sesak nafas. Melihat kondisi yang cukup menghawatirkan tersebut pihak sekolah memutuskan untuk segera membawa Icha ke UGD Rumah sakit Prikasih dan saat itu juga dia hrs di rawat inap. Hari Kamis itu badan Icha tiba-tiba lumpuh. Padahal pada hari-hari sebelumnya dia tidak apa-apa alias segar bugar.

Pada hari Jumat, esok harinya badan Icha sebelah kanan bisa digerakkan namun yang kiri tidak bisa. Icha benar-benar lumpuh! Saya melihat kondisinya sangat prihatin anak yang cantik ini harus tergolek lemah tak berdaya di tempat tidur. Hari Sabtu Icha diharuskan masuk ruang ICU. Namun apa daya dana belum tersedia. Perawatan di ruang ICU sunguh memerlukan uang yang besar sekali belum lagi obatnya yang mahal sekali. Jika dihitung bisa menghabiskan 24 juta perhari. Sekarang Icha dirawat di ICU RS. Fatmawaiti Jakarta Selatan.

Penyakit GBS ini Obat nya hanya ada 1 macam yaitu GAMAMUNE ( Imuno globuline ) yang harganya 4jt – 4,5 jt rupiah /botol biasanya obat ini diinfuskan kepasien dg jumlah yang dihitung dari berat badan, untuk lebih jelas nya tanya ke dokter, contoh kasus yang dialami Deya dg berat badan pada saat sakit waktu itu 58 KG deya menghabiskan obat ini sebanyak 20 botol, ( 5 botol / hari).

Dengan uraian singkat diatas saya sangat mengharap rekan-rekan sahabat Facebookers, komunitas dimana saya ikut aktif, para Media, dan NGO atau organisasi Masyarakat lainnya supaya terketuk hatinya tuk menyelamatkan nyawa gadis ICHA yang manis ini. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih.

Para Dermawan bisa menghubungi saya: Siti Rohmatun hp: 08161491871
Donate to:
– BNI cab melawai: 0114838433 a/n Siti Rohmatun.
– BCA: 2281250291 a/n Etty Kusumawati.

Bagi para dermawan yg telah mentrasfer, berapapun jumlahnya harap mempublishnya disini. Semoga amal baik para dermawan diterima oleh Allah, Tuhan yang maha esa.

Sebelum dan sesudahnya sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih.

Thank you and God Bless you all.

Dengan penuh cinta kasih,

Sita Rahmah (08161491871)

Historical Walks to Weltevrede


Pagi-pagi melipir jalan Jalan AA Kali Pasir , Belok kanan menuju Jalan Menteng Raya, Terus ke Jalan M Ihwan Riwan Rais, Terus ke Jalan Medan Merdeka Timur, Naik jembatan penyeberangan untuk menuju Galeri Nasional Indonesia.

Galeri Nasional Indonesia
Jl. Medan Merdeka Timur 14
10110

Meeting poin untuk teman2 berkumpul, sebelum menjelajahi Weltevreden. Para panitia dan peserta berkumpul dan saling berkenalan di lokasi ini.

selesai pembukaan dan di bagi group sesuai dengan pita pada saat pendaftaran, para group memulai penyusuran dan penjelasan bangunan Galeri Nasional ini. Karena Galeri buka pukul 10.00, kami tidak mengeilingi galeri. kami berjalan menyusuri ke utara di Jalan Medan Merdeka Timur menuju ke Jalan Pejambon,  menuju Gereja Immanuel

Gereja Immanuel
Jl. Merdeka Timur No. 10 Gambir Gambir Jakarta Pusat DKI Jakarta

Setelah penjelasan sebenter tentang gereja ini perjalanan dilanjutkan Belok kiri untuk tetap di Jalan Pejambon untuk masuk ke Departemen Luar Negeri, Mengunjungi Gedung Pancasila

Di Gedung Pancasila ini kita di beri kesempatan untuk dapat melihat ruangan yang ada di Gedung ini. (yang ngak ikutan rugi banget). setelah berkeliling perjalanan di lanjutkan ke Lapangan Banteng, disana terletak Patung Pembebasan Irian Barat.  Perjalanan dilanjutkan berjalan ke timur laut di Jalan Pejambon, Belok sedikit ke kiri menuju Jalan Doktor Abdul Rachman Saleh, Terus ke Jalan Lapangan Banteng Selatan, melewati Hotel Borobudur.

Dari Lapangan Banteng melanjutkan perjalanan ke Departemen Keuangan RI yang terletak di Lapangan Banteng Timur, dahulunya sebagai Istana Daendels.

Menyusuri Jalan Lapangan banteng Timur menuju ke Gedung Kesenian Jakarta untuk mengakhiri perjalan kali ini.

Demikian laporan pandangan mata kali ini. Untuk penjelasan Setiap gedung dan sejarahnya akan saya bahas satu persatu di postingan selanjutnya.

Saya atas nama pribadi dan seluruh Volunter KHI mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada para peserta yang mengikuti acara KHI kali ini.

Kepada Kang Asep Kambali, makasih banyak atas bimbingannya.. semoga tulisan dan foto-foto ini dapat menjadi dokumentasi /arsip KHI, tidak luput dari kesalahan juga jika ada tulisan yang salah, mohon koreksinya. (RSR)