Renungan 4


UNTUNG NGGAK PUNYA BB

Seorang lelaki melamar pekerjaan sbg “office boy”di Istana Negara.

Staf Istana mewawancarai dia dan membersihkan lantai sebagai tesnya.

“Kamu diterima,” katanya,
“Berikan PIN BB dan saya akan kirim form utk diisi & pemberitahuan kapan kamu mulai kerja.”

Lelaki itu menjawab,”Tapi saya tdk punya blackberry, apalagi PIN BB.”

“Maaf,” kata staf Istana,
“Kalau kamu tidak punya BB, berarti kamu tidak bisa diterima bekerja.”

Lelaki itu pergi dgn harapan kosong. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya dengan Rp.100.000 di dalam kantongnya.

Lalu dia memutuskan pergi ke Pasar & membeli 10kg tomat. Ia menjual tomat itu dr rumah ke rumah. Kurang dari 2 jam, dia berhasil melipat gandakan modalnya. Dia melakukan kerjanya tiga kali, dan pulang dgn membawa Rp.300.000. Dia pun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara ini.

Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang larut. Uangnya menjadi lebih banyak 2x sampai 3x lipat tiap hari. Dia pun membeli gerobak, lalu truk, & akhirnya memiliki armada kendaraan sendiri.

5 thn kemudian, lelaki itu sdh menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar. Ia mulai merencanakan masa dpn keluarga, & memutuskan utk memiliki asuransi jiwa.

Ia menghubungi broker asuransi, Sang brokerpun menanyakan PIN BB. Lelaki itu menjawab, “Saya tidak punya BB.”

Sang broker bertanya dengan penasaran, “Anda tidak punya BB, tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau punya BB?!”

Lelaki itu menjwb, “Saya akan jadi office boy di Istana Negara!!
————————–
Pesan Moral:

BB dan alat2 komunikasi canggih lainnya bukanlah solusi hidup Anda, kalau Anda tidak punya BB, lalu bekerja keras, Anda bisa jadi milyuner.