Mausoleum O.G.Khouw di Petamburan


Takut dan merinding pastinya buat yang tidak mengetahu ada apa dibalik sebuah makam di kawasan Petamburan Jakarta. Salah satu sudut dari sekian banyak makam terdapat bangunan yang cukup mewah dan tak terawat, dan pada satu masa LOVE OUR HERITAGE membuat sebuah gebrakan yang disebut “BAKTI ROYONG” untuk membersihkan sebuah debu dan lumpur di Mauseleum.

Apakah mausoleum itu?

Menurut salah satu referensi, mausoleum berarti sebuah bangunan megah yang berdiri untuk melindungi makam.

Mausoleum OG. Khouw saat ini berada di dalam kawasan TPU Petamburan, Jakarta Pusat dan belum dinyatakan sebagai salah satu benda cagar budaya.

Meskipun belum berstatus sebagai cagar budaya, namun mausoleum ini merupakan benda bersejarah yang perlu dijaga dan kondisi mausoleum O.G.Khouw saat ini kurang terpelihara.

Bagian bunker yang dijadikan tempat penyimpanan jenazah O.G Khouw dan istrinya tidak dilengkapi dengan lampu, kotor, sering tergenang air di musim hujan, serta sering kali digunakan untuk melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji.

Padahal, bisa dikatakan mausoleum ini merupakan peninggalan sejarah termahal lantaran marmer yang digunakan untuk melapisi mausoleum merupakan marmer Italia yang pada masa itu khusus didatangkan langsung dari negeri asalnya.

Siapakah Oen Giok Khouw?

Oen Giok Khouw  (1874-1927) adalah tuan tanah yang memiliki perkebunan tebu yang sangat luas. Juga pernah tercatat sebagai ketua pembangunan rumah sakit Hospitaal Fonds “Jang Seng Ie” dan pemilik bank bernama “Than Kie Bank” di Jl. Pintu Besi, Jakarta. Pada tahun 1908, rumah beliau di Jl. Pinangsia dijadikan sekolah HCS pertama di Batavia.

Konon, kemegahan mausoleum O.G Khouw melebihi makam Rockefeller, milyader dari Amerika Serikat.