FESTIVAL KEMANG 2008 – Hijau Kemangku


Festival Kemang digelar hari ini, Sabtu (2/8) berlangsung hingga Minggu (3/8). Hajatan ke empat di kampung modern wilayah Jakarta Selatan itu melibatkan partisipasi masyarakat warga Betawi.

Bagi warga ibu kota yang ingin menghadiri ajang kegiatan ini mesti melewati jalur jalan alternatif karena selama festival berlangsung Jalan Kemang Raya sepanjang satu kilometer ditutup. Penutupan jalan mulai dari simpang Jalan Kemang Utara hingga Jalan Kemang Selatan. Panitia pelaksana festival bekerja sama dengan kepolisian telah melakukan pengalihan jalan agar ajang tahunan itu dapat berjalan lancar.

Arus lalu lintas dari arah Jalan Pangeran Antasari yang menuju Jalan Pejaten Barat sampai Jalan Warung Jati Barat dan seterusnya dapat melalui Jalan Puri Mutiara, Jalan Benda, Jalan Ampera Raya dan seterusnya. Sedangkan arus lalu lintas dari arah Jalan Warung Jati Menuju Blok M dialihkan melalui Jalan Pejaten Barat, Jalan Madrasah, Jalan Benda, Jalan Pangeran Antasari, Jalan Prapanca dan seterusnya.

Festival Kemang 2008 wilayah Jakarta Selatan ini juga akan mengkampanyekan cintai lingkungan dengan melibatkan komunitas masyarakat pecinta lingkungan. “Festival Kemang 2008 ini yang ke empat kalinya kami laksanakan sejak 2005.Tema festival kali ini bertajuk Hijau Kemangku yang mengajak masyarakat mencintai lingkungan,” kata Ketua Pelaksana Festival Kemang 2008 dari Kita Poenya Production, Ahmad Hilyadi di Jakarta, Sabtu (2/8).

Ahmad Hilyadi menargetkan ajang festival Kemang menjadi festival unggulan di wilayah Ibu Kota DKI Jakarta. Sebanyak 500 stan telah habis dipesan sejak dua pekan lalu. Stan atau anjungan akan menampilkan produk kerajinan, produk fashion, juga makanan khas Betawi yang terpopuler dengan kerak telornya.

Dengan tema cinta lingkungan tersebut, pihaknya mengajak pengunjung festival untuk menyumbang dan menanam pohon. Selain itu mereka mengundang komunitas cinta lingkungan seperti Gropesh (Gerombolan Peduli Sampah) merupakan sekumpulan anak muda yang berdedikasi kampanye kebersihan sampah. Komunitas profesional yang mengendarai sepeda ke tempat bekerja yang terkenal disebut Bike2Work, serta Caring Community sekelompok aktivis yang berkampanye tentang pentingnya sumur resapan biopori untuk tanah ibu kota.

Perwakilan pemerintah kota Wali kotamadya Jaksel, Ciptoyo mengatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan festival Kemang. “Kami berharap festival ini mampu menambah gairah iklim pariwisata di wilayah kami,” katanya.

Wakil Ketua Panitia, Deasy Sugiharto menambahkan festival ini akan melibatkan partisipasi penduduk asli Kemang yang asli Betawi dengan menampilkan pertunjukan tari dan musik dari kesenian lokal Betawi. “Penduduk asli juga kami sediakan tempat untuk berdagang dan membantu kegiatan ini dalam kepanitian,”kata Deasy.

Selain kesenian Betawi, kesenian daerah lain juga tampil dari Ambon dan Papua. Mengingat Kemang sebagai kampung modern yang juga dihuni penduduk warga negara asing, festival juga akan menampilkan kesenian musik Arumba dari warga Jepang dan Korea, pertunjukan tari dan Yoga dari Pusat Kebudayaan India Jawaharlal Nehru.

Sumber : MEDIA INDONESIA