Story of Jakarta


Darmawangsa Square gelar Acara Sambut HUT Jakarta ke -481

(Creative Culture) Dalam rangka HUT Jakarta ke 481, Darmawangsa Square The City Walk bekerja sama dengan Creative Culture dan The Occasion menyelenggarakan serangkaian acara yang bertema “STORY OF JAKARTA”

Acara yang digelar tidak hanya keriaan dengan menampilkan musik dan tari Betawi, namun juga diwarnai dengan pameran lukisan dan pameran foto kota tua. Dengan pameran tersebut, kita diajak untuk dapat memandang Jakarta dari banyak sisi. Pameran lukisan yang diikuti oleh 15 orang pelukis dari Kelompok Pelukis dan Penulis Indah Pasar Baru, menampilkan berbagai sisi kehidupan kota Jakarta. Kelompok yang diawaki oleh S.Wito ini dipilih karena selama lebih dari 2 dekade, karya dan komunitas mereka memberi warna kota Jakarta dengan karya-kkaryanya, dan telah menjadi salah satu ikon seni Jakarta.

Pameran foto Kota Tua yang didukung oleh UPT kota tua Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta serta Museum Sejarah Jakarta menampilan hasil pindai koleksi kedua institusi tersebut, yang menggambarkan berbagai foto bangunan-bangunan bersejarah. Para fotografer Jakarta juga menampilkan hasil karyanya berupa bangunan-bangunan tua di daerah kota tua dari berbagai angle.

Menurut Uti Rahardjo, direktur Creative Center, selain mencintai budaya, masyarakat Jakarta juga harus mengerti tentang sejarah Jakarta. Untuk itulah pameran ini di selenggarakan, agar masyarakat dapat pula mencintai sejarah, salah satunya dengan melindungi bangunan-bangunan yang memiliki nilai sejarah.

Maria Darmaningsih, selaku Project Director Creative Culture menambahkan, “Pembangunan Jakarta akan lebih bermakna dan memberi arti bagi semua lapisan masyarakat bila pembangunan dilakukan secara menyeluruh, bukan saja secara fisik tetapi juga non fisik, seperti melestarikan dan cinta budaya. Bangunan-bangunan bersejarah dan seni budaya. Betawi adalah salah satu kekayaan Jakarta yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pariwisata, dan pada akhirnya dapat pula meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta”

Ragam pameran lain adalah pameran berbagai jenis makanan khas Betawi, yang saat ini banyak orang melupakan atau bahkan tidak mengetahui bahwa makanan tersebut adalah makanan khas Betawi.

Pameran yang diselenggarakan sajak tanggal 14 -22 Juni 2008, hari ini akan ditutup dengan pengelaran tari dan musik Betawi, dengan konsep site specific, yaitu pertunjukkan dengan menyesuaikan kondisi yang ada. Pergelaran akan dilakukan tanpa panggung, agar memperkecil jarak, serta dapat terjadi interaksi dan komunikasi dengan pengunjung. (Siaran Pers)

Sumber : Creative Culture